30 Tahun Kudatuli, PDIP Kota Jogja Teguhkan Demokrasi
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan peluang investasi untuk agroindustri di Jateng bagian selatan. Sebab, di wilayah tersebut dinilai berpotensial untuk pengolahan hasil pertanian, perkebunan, hingga kelautan./ Ist
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan peluang investasi untuk agroindustri di Jateng bagian selatan. Sebab, di wilayah tersebut dinilai berpotensial untuk pengolahan hasil pertanian, perkebunan, hingga kelautan.
"Jateng itu baru ada delapan kawasan industri. Wilayah selatan ini perlu digarap," kata Luthfi saat menerima audiensi dari direksi PT Danareksa, di ruang kerjanya, Jumat, 1 Agustus 2025.
Dibeberkan dia, komoditas yang bisa dieksplorasi di wilayah Jateng selatan di antaranya kelapa, kakao, perikanan, hingga garam. Salah satu komoditas yang sudah digarap di Kabupaten Cilacap adalah ikan sidat.
Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi menyambut positif ide dan inisiatif pengembangan kawasan industri di Jateng bagian selatan.
"Nanti kita juga akan eksplorasi lebih jauh apa yang bisa dikembangkan. Mungkin salah satu idenya tadi yang dibahas terkait dengan agroindustri yang ada di sana," ucapnya.
Dikatakan Yadi, ide yang paling dekat yakni rencana pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Kabupaten Cilacap. Itu untuk menyuplai kebutuhan industri di wilayah setempat.
SPAM, kata dia, menjadi esensial dalam pengembangan kawasan industri. Karena kebutuhan dasar industri salah satunya yakni air baku.
"Ada inisiatif dari kita untuk mengembangkan SPAM yang ada di Cilacap. Itu bisa jadi cikal bakal untuk kita bisa mengembangkan kawasan industri di sana," katanya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan, perlunya konsentrasi pengembangan di wilayah Selatan. Sebab, di Jateng bagian utara dinilai sudah cukup maju, karena ada Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
"Kita mendorong pertumbuhan di selatan. Agar pertumbuhan dari awal itu bagus, maka basisnya adalah agroindustri. Di sana saja ada ikan, ada hasil kebun seperti kakao, kopi, kemudian perikanan ya, dan itu menjadi potensi di Selatan," katanya.
Dengan begitu, ia berharap, potensi ekonomi di Jateng dari wilayah Selatan juga bisa ikut tumbuh. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.