Sukses Selenggarakan MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Jateng Rayakan dengan Bersholawat
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Suasana saat digelarnya bedah buku berjudul Pemasaran Digital Ekonomi Kreatif Usaha Ibu Rumah Tangga di Pendopo Kemasan, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Kamis (12/2). Harian Jogja/Kiki Luqman.
BANTUL—Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) rumah tangga di Kemasan, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, terus didorong agar mampu bersaing di era digital.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan lewat kegiatan bedah buku Pemasaran Digital Ekonomi Kreatif Usaha Ibu Rumah Tangga yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Pendopo Kemasan, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Kamis (12/2).
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, mengatakan kegiatan bedah buku tersebut sengaja diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pemasaran produk.
“Materi kegiatan ini memang mengarah pada pemberdayaan UMKM agar memiliki daya saing. Digitalisasi sudah menjadi kewajiban di era kemajuan teknologi, sehingga mau tidak mau pelaku UMKM harus mengikuti perkembangan tersebut,” ucap dia.
Menurut Nur, pembinaan terhadap pelaku UMKM selama ini sudah banyak dilakukan, tetapi pemasaran produk masih menjadi tantangan utama. Padahal, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan dari kemampuan produksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut dapat diterima pasar.
“Kami sudah menggalang UMKM dan memberikan pembinaan. Tetapi yang lebih penting sekarang adalah market. Ada produksi harus ada yang membeli. Kalau memproduksi tetapi tidak ada yang membeli, tentu tidak berjalan,” ujarnya.
Melalui kegiatan bedah buku tersebut, pihaknya berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi sederhana yang sudah dimiliki, seperti telepon seluler dan aplikasi pesan singkat, untuk memperluas jangkauan pemasaran.
“Sekarang masyarakat hampir semuanya sudah memiliki ponsel dan WhatsApp. Hal sederhana itu bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk,” ujar dia.
Sementara itu, Lurah Karangtengah, Haryanto, menyambut positif kolaborasi antara DPAD DIY dengan DPRD DIY dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dia menilai literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini benar-benar ada hikmah yang bisa diambil masyarakat, sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi,” katanya.
Haryanto berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga.
Salah satu pelaku UMKM di Karangtengah, Sari, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan pelatihan pemasaran digital yang diikutinya.
Pemilik usaha pangsit dan Rempeyek 17 itu mengatakan ilmu yang diperoleh membantu mengembangkan usahanya.
“Saya bersyukur dengan adanya pelatihan digital ini, membuat saya semakin paham bagaimana cara memasarkan produk di era digital. Saya juga sudah dua kali mengikuti bedah buku ini,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.