Kepala BNNP DIY Ingatkan Siswa SMKN 1 Ponjong Waspadai Modus Narkotika lewat Vape
Kepala BNNP DIY mengingatkan 524 siswa SMKN 1 Ponjong mewaspadai modus peredaran narkotika melalui vape dan titipan barang saat pemagangan luar negeri.
Anggota DPRD Gunungkidul, Purwanto, saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Penegakan Hukum Judi Online di Indonesia di Balai Perdukuhan Watudalang, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (5/3/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Penegakan Hukum Judi Online di Indonesia di Balai Perdukuhan Watudalang, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan literasi di masyarakat.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengatakan tujuan utama penyelenggaraan bedah buku adalah meningkatkan minat baca masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat karena melalui kegiatan membaca, pengetahuan dapat bertambah.
“Makanya digelar bedah buku yang diselenggarakan bersama dengan DPAD DIY. Tujuannya agar program literasi lewat kegemaran membaca terus bisa ditingkatkan,” kata Purwanto, Kamis siang.
Menurut dia, bedah buku Penegakan Hukum Judi Online di Indonesia sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini karena keberadaan judi online (judol) sudah sangat meresahkan.
“Makanya masyarakat perlu diberi pemahaman tentang bahayanya judol ini. Diharapkan juga mereka bisa ikut berperan dalam pencegahan,” kata politisi Gerindra ini.
Purwanto menambahkan, keberadaan judol saat ini memang sudah sangat meresahkan karena banyak orang yang menjadi korban.
“Tidak mungkin menang. Maunya untung, tapi malah buntung karena bisa menghabiskan harta benda yang dimiliki,” katanya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengatakan program literasi di masyarakat masih perlu terus ditingkatkan sehingga kegiatan bedah buku terus diselenggarakan. Kegiatan ini digelar di berbagai wilayah di DIY, salah satunya di Perdukuhan Watudalang, Bendungan, Karangmojo.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kali ini yang dibahas adalah tentang judi online. Harapannya, dengan bedah buku ini masyarakat bisa memahami bahaya bermain judi,” katanya.
Harus Diberantas
Kepala Dukuh Watudalang, Lugino, mengaku senang dengan adanya kegiatan bedah buku di wilayahnya.
Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi para peserta.
“Temanya sangat bagus karena berkaitan dengan masalah judol yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Ia tidak menampik bahwa praktik judi online harus diberantas. Terlebih lagi, pemerintah telah berkomitmen mencabut bantuan sosial bagi penerima yang terbukti bermain judi online.
“Judol ini jelas sangat merugikan dan sangat meresahkan sehingga harus diberantas,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BNNP DIY mengingatkan 524 siswa SMKN 1 Ponjong mewaspadai modus peredaran narkotika melalui vape dan titipan barang saat pemagangan luar negeri.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.