BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1
BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1 dan Kehadiran Varian Baru, STD, Untuk Respon Antusiasme Besar Masyarakat Indonesia
Anggota DPRD Gunungkidul, Purwanto, saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Penegakan Hukum Judi Online di Indonesia di Balai Perdukuhan Watudalang, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (5/3/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Penegakan Hukum Judi Online di Indonesia di Balai Perdukuhan Watudalang, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan literasi di masyarakat.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengatakan tujuan utama penyelenggaraan bedah buku adalah meningkatkan minat baca masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat karena melalui kegiatan membaca, pengetahuan dapat bertambah.
“Makanya digelar bedah buku yang diselenggarakan bersama dengan DPAD DIY. Tujuannya agar program literasi lewat kegemaran membaca terus bisa ditingkatkan,” kata Purwanto, Kamis siang.
Menurut dia, bedah buku Penegakan Hukum Judi Online di Indonesia sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini karena keberadaan judi online (judol) sudah sangat meresahkan.
“Makanya masyarakat perlu diberi pemahaman tentang bahayanya judol ini. Diharapkan juga mereka bisa ikut berperan dalam pencegahan,” kata politisi Gerindra ini.
Purwanto menambahkan, keberadaan judol saat ini memang sudah sangat meresahkan karena banyak orang yang menjadi korban.
“Tidak mungkin menang. Maunya untung, tapi malah buntung karena bisa menghabiskan harta benda yang dimiliki,” katanya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengatakan program literasi di masyarakat masih perlu terus ditingkatkan sehingga kegiatan bedah buku terus diselenggarakan. Kegiatan ini digelar di berbagai wilayah di DIY, salah satunya di Perdukuhan Watudalang, Bendungan, Karangmojo.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kali ini yang dibahas adalah tentang judi online. Harapannya, dengan bedah buku ini masyarakat bisa memahami bahaya bermain judi,” katanya.
Harus Diberantas
Kepala Dukuh Watudalang, Lugino, mengaku senang dengan adanya kegiatan bedah buku di wilayahnya.
Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi para peserta.
“Temanya sangat bagus karena berkaitan dengan masalah judol yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Ia tidak menampik bahwa praktik judi online harus diberantas. Terlebih lagi, pemerintah telah berkomitmen mencabut bantuan sosial bagi penerima yang terbukti bermain judi online.
“Judol ini jelas sangat merugikan dan sangat meresahkan sehingga harus diberantas,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1 dan Kehadiran Varian Baru, STD, Untuk Respon Antusiasme Besar Masyarakat Indonesia
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.