Badan Mutu KKP Yogyakarta-BBPOM Sinergi Jaga Mutu dan Keamanan Produk Perikanan
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Suasana saat digelarnya bedah buku Sampah Mandiri bersama Komunitas di Balai RT 03 RW 09, Kelurahan Warungboto, Umbulharjo, Selasa (21/4). / Stefani Yulindriani
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Sampah Mandiri bersama Komunitas di Balai RT 03 RW 09, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Selasa (21/4).
Bedah buku tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca sekaligus mendorong masyarakat mengolah sampah secara mandiri. Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan menjelaskan budaya membaca merupakan fondasi bagi masyarakat untuk memiliki daya analisis dan pemikiran kreatif. "Kalau minat membaca sudah terbangun, nanti muncul daya analisis dan kreativitas. Dari situ, kami berharap ada karya nyata yang dihasilkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," ujarrnya, Selasa (21/4).
Sementara itu, anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat. Dia menyoroti persoalan sampah ember tumpuk, hingga biopori. "Metodedi Kota Jogja dan daerah sekitarnya yang masih terkendala oleh perilaku buang sampah sembarangan.
"Hingga kini sampah masih menjadi persoalan, banyak warga yang bingung harus membuang ke mana," katanya. Warga yang tinggal di bantaran sungai, diakuinya memang masih banyak yang memilih membuang sampah langsung ke aliran air sungai. Karena itulah, edukasi intensif diperlukan agar warga beralih ke pengelolaan mandiri. "Semoga setelah ini muncul inspirasi kegiatan yang terwujud dalam sebuah karya pengolahan sampah," ujar dia.
Panduan Praktis Sementara itu, penulis buku Cerdas Mengelola Sampah Mandiri bersama Komunitas, Esaputri Purwandari, memaparkan karyanya memuat panduan praktis mengolah limbah organik maupun anorganik. Untuk kategori organik, masyarakat bisa menggunakan metode sederhana seperti Lodong Sisa Dapur (Losida), metode ini sangat mudah diterapkan karena bahannya sederhana. Kami berharap masyarakat semakin aktif, sementara untuk sampah anorganik bisa dioptimalkan melalui peran bank sampah," ucap dia.
Senada, praktisi pengelolaan lingkungan Anis Sri Lestari menegaskan budaya mengolah sampah harus digencarkan secara luas agar hasilnya optimal. Menurutnya, pelibatan aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan sampah di tingkat hulu.
Sementara itu, Ketua RW 09 Warungboto, Joko, mengklaim warga di wilayahnya secara umum sudah memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga lingkungan. Akan tetapi, dia menyayangkan masih adanya tumpukan sampah di titik-titik tersembunyi pinggir jalan. "Warga kami sudah tidak ada yang buang sampah sembarangan. Kalaupun masih ditemukan sampah di pinggir jalan, kemungkinan besar itu dilakukan oleh oknum dari luar wilayah kami," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.