DPAD DIY Dorong Arsip Kraton Jadi Inspirasi Lintas Generasi

Media Digital
Media Digital Senin, 08 Juni 2026 07:22 WIB
DPAD DIY Dorong Arsip Kraton Jadi Inspirasi Lintas Generasi

Anggota Komisi D DPRD DIY, Tustiyani, (tengah); Abdi Dalem Kraton Yogyakarta Kawedanan Widya Budaya untuk Urusan Manuskrip, Mas Bekel Widyasastra Rajasa (dua dari kanan); dan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Rakhmat Sutopo (kanan) dalam podcast bertajuk Arsip Kraton Sebagai Sumber Inspirasi Lintas Generasi di Hotel Satoria Yogyakarta, Rabu (13/5)./ Harian Jogja/Anisatul Umah

JOGJA - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar podcast bertajuk Arsip Kraton Sebagai Sumber Inspirasi Lintas Generasi di Hotel Satoria Yogyakarta, Rabu (13/5). Melalui kegiatan ini DPAD DIY mendorong pelestarian arsip Kraton Yogyakarta sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi lintas generasi.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Rakhmat Sutopo, menjelaskan arsip fisik Kraton tetap dikelola langsung oleh pihak Kraton. Namun, DPAD DIY memiliki peran dalam memfasilitasi akses informasi kepada masyarakat.

Ia mengatakan jika masyarakat atau mahasiswa ingin mengetahui arsip apa saja yang ada di Kraton, bisa datang ke DPAD untuk melihat daftar arsipnya, tapi untuk melihat fisiknya tetap ke Kraton. "Terkait dengan arsip Kraton yang adiluhung tadi itu, itu sudah ada yang mengelola di Kraton. Tetapi kami juga punya peran, kami membantu di layanan arsip kami, itu ada daftar arsip Kraton," ujarnya.

Rakhmat menjelaskan, hubungan DPAD DIY dengan Kraton telah diatur dalam Perda DIY No.5/2018 tentang Penyelenggaraan Kearsipan. Aturan tersebut diturunkan lagi menjadi Peraturan Gubernur yang menjelaskan lebih rigid lagi tentang bagaimana DPAD memberikan fasilitasi kepada Keraton.

Hal ini bertujuan agar DPAD DIY turut melestarikan yang ada di Keraton. Ia mengatakan melalui diskusi ini diharapkan generasi muda sampai nanti generasi anak cucu nanti bisa tahu dan mengambil pelajaran dari filosofi-filosofi yang terkandung di arsipnya Keraton.

Rakhmat menjelaskan DPAD DIY berupaya menjadi jembatan akses masyarakat terhadap arsip dan pengetahuan yang dimiliki Kraton."Arsip-arsip Keraton itu kan luar biasa nilai-nilainya, nilai filosofinya dan sebagainya. Dan itu kalau kita tidak bersama-sama untuk melestarikan, tentu generasi mendatang akan dirugikan," jelasnya.

 Sumber Pengetahuan

Abdi Dalem Kraton Yogyakarta Kawedanan Widya Budaya untuk Urusan Manuskrip, Mas Bekel Widyasastra Rajasa, mengatakan Widya Budaya bertugas mengelola koleksi buku, buku langka, manuskrip, arsip Kraton, sekaligus menyiapkan berbagai upacara tradisi setiap tahun. Tugas lainnya adalah menggelar pelatihan aksara Jawa dan sengkalan, serta melayani masyarakat atau peneliti yang ingin mempelajari arsip di Kraton.

Menurutnya, setiap Jumat pagi pukul 09.00 WIB-11.00 WIB, Kraton Yogyakarta menembangkan manuskrip asli oleh para abdi dalem, baik yang sepuh maupun yang muda di Bangsal Srimanganti. Ia menjelaskan setiap periode satu tahun sekali naskah yang ditembangkan berganti.

"Kalau saat ini masih menembangkan Babad Mentawis, kami kembangkan bagaimana supaya sejarah berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga bisa diinternalisasi melalui tetembangan," katanya.

Kegiatan rutin ini terbuka untuk umum disaksikan setiap pengunjung yang hadir. Menurutnya, di zaman dulu raja-raja, pangeran, belajarnya melalui tembang. Nilai-nilai sejarah, pemikiran, filosofi diinternalisasi melalui musik. "Dulu orang Jawa belajar kira-kira seperti itu. Nah, sekarang masih dilestarikan, orang bisa menyimak kisah, orang bisa mendengarkan lagu, orang bisa bahasa Jawanya ngelaraske bunyi dengan suasana estetis tertentu," katanya.

Ia menilai arsip memiliki peran sangat penting karena menjadi sumber pengetahuan sejarah dan budaya. Saat ini, pelestarian arsip di Widya Budaya juga banyak melibatkan generasi muda, termasuk kalangan milenial dan Gen Z.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD DIY, Tustiyani, mengatakan DPRD DIY turut mendukung pelestarian arsip melalui penganggaran dan pengawasan. Ia mengatakan DPRD DIY bermitra dengan DPAD terkait penganggaran arsip statis maupun dinamis.

Menurutnya, setiap tiga bulan dilakukan evaluasi serapan anggaran, sudah terserap berapa persen dan apakah sudah mencapai target atau belum. Menurut dia, DPRD juga melakukan kunjungan ke museum dan aset milik Kraton untuk memastikan upaya pelestarian berjalan optimal. "Kami juga berkunjung ke kraton, termasuk ke beberapa museum milik Kraton, dipelihara dengan baik maupun belum. Menjadi bagian evaluasi kita bersama karena berkaitan dengan peninggalan dari leluhur kita," paparnya. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online