NIKAH MASSAL: Puluhan Manten Berucap Janji Suci di dalam Pesawat
Sebanyak 20 pasangan pengantin mengikuti prosesi nikah massal bertajuk Nikah Bareng ning Montor Mabur yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448
Puluhan pasangan menikah di area hanggar pesawat terbang dalam acara Nikah Bareng ning Montor Mabur di STTKD Yogyakarta, Senin (8/6). Harian Jogja/Kiki Luqman
BANTUL - Suasana berbeda tampak di Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Sewon, Bantul, Senin (8/6). Sebanyak 20 pasangan pengantin mengikuti prosesi nikah massal bertajuk Nikah Bareng ning Montor Mabur yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus Bulan Pancasila.
Kegiatan yang diinisiasi BAZNAS DIY, STTKD Yogyakarta, Yayasan Citra Dirgantara, dan Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Sewon Bantul itu menghadirkan konsep yang tidak biasa. Prosesi akad nikah dilaksanakan di dalam tiga pesawat terbang yang berada di lingkungan kampus STTKD.
Ketua Panitia, Ryan Budi Nuryanto, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti 20 pasangan dari berbagai daerah. Mayoritas peserta berasal dari kalangan generasi muda yang ingin memulai kehidupan rumah tangga dengan cara yang berkesan.
“Acara ini kami selenggarakan untuk menyambut Tahun Baru Islam dan Bulan Pancasila dengan semangat membangun keluarga yang kuat. Prosesi akad dilakukan di tiga pesawat sehingga menjadi pengalaman yang sangat istimewa bagi para pengantin,” ujarnya, Senin.
Sebelum akad nikah berlangsung, seluruh pasangan mengikuti kirab menuju lokasi acara. Mereka mengenakan busana muslim bernuansa tradisional dan modern. Iring-iringan semakin meriah dengan penampilan Drum Corps Gema Dirgantara STTKD yang bertindak sebagai cucuk lampah.
Setibanya di area hanggar, para pengantin disambut pedang pora dan tabur bunga oleh taruna dan taruni STTKD. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus doa bagi pasangan yang akan memulai kehidupan baru.
Ketua STTKD Yogyakarta, Erwhin Irmawan, mengatakan kampusnya merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, pernikahan tidak hanya menjadi prosesi seremonial, tetapi juga momentum membangun komitmen jangka panjang dalam kehidupan berkeluarga.
“Alhamdulillah bisa berkumpul pada hari ini. Kami mengucapkan selamat datang di STTKD. Kami merasa terhormat karena dapat menjadi tuan rumah dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam kegiatan ini,” katanya.
Erwhin berharap seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan langgeng. “Harapan kami, apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi ikatan yang sakinah, mawadah, warahmah. Pasangan suami istri harus bisa terbang bersama seperti pesawat yang membutuhkan dua mesin untuk bisa melaju dengan baik. Begitu pula rumah tangga yang membutuhkan kerja sama antara suami dan istri,” ujarnya.
Fondasi Kuat
Selain menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam, kegiatan tersebut juga membawa pesan kebangsaan melalui semangat Bulan Pancasila. Tagline Take Off menuju Halal Indonesia Emas diusung sebagai ajakan untuk membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju.
Panitia menyebut keberhasilan penyelenggaraan acara tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk KUA Sewon, Paguyuban Sekar Sedah, Paguyuban Sekar Tanjung, Persatuan Perias Yogyakarta Kabupaten Bantul, Latifa Jewelry, serta sejumlah komunitas lainnya.
Melalui konsep pernikahan yang dipadukan dengan dunia kedirgantaraan, kegiatan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para peserta.
Bukan hanya mengucapkan janji suci di hadapan penghulu dan keluarga, mereka juga mengawali perjalanan rumah tangga dengan simbol “lepas landas” menuju kehidupan baru bersama pasangan. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 pasangan pengantin mengikuti prosesi nikah massal bertajuk Nikah Bareng ning Montor Mabur yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448
Gempa susulan Sangihe masih terjadi. BMKG mencatat 15 kali gempa magnitudo 3,8 hingga 4,9 mengguncang Tahuna, Sulawesi Utara.
Jadwal SIM keliling Sleman Juni 2026 lengkap dengan lokasi layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta jadwal SIM malam di Sleman City Hall.
Timnas Belanda menang 2-1 atas Uzbekistan berkat dua gol penalti Cody Gakpo dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 9 Juni 2026 hadir di Wiladeg Karangmojo. Cek lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C terbaru.
Joging track Lapangan Paseban di Bantul hampir selesai dan ditargetkan rampung akhir Juni 2026. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang olahraga baru.