Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat Kunci Cegah Kanker Payudara
Kanker payudara masih tinggi di Indonesia. Deteksi dini lewat SADARI, SADANIS, dan mamografi jadi kunci pencegahan.
Clinical Application Specialist of XP-WH, Novita Wulandari (dua dari kiri) dan Clinical Application Specialist of XP-WH, Putri Djasmine (dua dari kanan) dalam talk show "Think Pink, Think Prevention" yang digelar STIKES Guna Bangsa Yogyakarta bersama Harian Jogja, Sabtu (18/7/2026). Harian Jogja/Desi Suryanto
JOGJA— Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang cukup banyak menyerang perempuan Indonesia. Meski sebagian faktor risikonya tidak dapat dihindari, penerapan gaya hidup sehat dan deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko.
Hal ini dibahas dalam talk show "Think Pink, Think Prevention" yang digelar STIKES Guna Bangsa Yogyakarta bersama Harian Jogja, Sabtu (18/7/2026). Clinical Application Specialist of XP-WH, Novita Wulandari, menyampaikan kanker payudara bahkan menduduki peringkat pertama di dunia wanita.
Menurutnya ada beberapa faktor risiko penyebab dari kanker payudara, seperti jenis kelamin, genetik, berat badan, dan riwayat kanker baik kanker payudara dan ovarium. Ia menjelaskan diluar genetik ada faktor risiko yang bisa diubah yakni lifestyle.
"[lifestyle] salah satu pencegahan untuk kanker payudara. Dan satu lagi tentang kepadatan payudara, itu juga salah satu faktor risiko untuk bisa memicu terjadinya kanker," ujarnya.
Novita mengatakan deteksi mamografi masih menjadi standar emas (gold standard) dalam skrining kanker payudara dan direkomendasikan bagi perempuan berusia 40 tahun ke atas untuk mendeteksi kelainan maupun risiko kanker sejak dini.
Sementara bagi perempuan yang usianya di bawah 40 tahun apabila memang ada faktor risiko atau keluhan baru dilakukan mamografi. Pemilihan metode skrining kanker payudara perlu disesuaikan dengan usia, bagi yang masih muda pemeriksaan bisa dilakukan dengan USG.
"Perempuan berusia 40 tahun ke atas disarankan menjalani mamografi karena mampu mendeteksi mikrokalsifikasi, yakni endapan kalsium berukuran sangat kecil yang tidak dapat terlihat melalui pemeriksaan USG."
Senada, Clinical Application Specialist of XP-WH Putri Djasmine, menjelaskan faktor risiko kanker payudara terbagi menjadi dua, yakni faktor yang tidak bisa diubah dan bisa diubah. Ia mengatakan upaya pencegahan bisa difokuskan pada faktor yang dapat dikendalikan, seperti menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin beraktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol.
"Semakin sering mengkonsumsi alkohol dan merokok maka faktor risikonya juga semakin tinggi, semakin memungkinkan untuk terkena kanker," ungkapnya.
Putri menyampaikan deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan melalui tiga langkah, yakni SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis), dan mamografi. Menurutnya, mamografi hingga kini masih menjadi gold standard dalam skrining kanker payudara.
Ia menjelaskan SADARI dilakukan dengan meraba dalam posisi berdiri, duduk, dan tiduran, untuk mencari apakah ada benjolan, bentuknya berubah, ada keluar cairan dari puting susunya. Putri mengatakan SADARI bisa dilakukan setiap bulan biasanya 7 sampai 10 hari setelah hari pertama menstruasi.
"Setelah itu, kita bisa ada SADANIS, bisa konsul sama tim dari tenaga kesehatan. Bisa kita ke puskesmas, ke dokter umum, atau untuk tenaga ahli," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan melalui deteksi dini apabila ditemukan kanker maka potensi kesembuhan dan harapan hidupnya masih akan lebih tinggi. Oleh karena itu dia menyarankan untuk rutin melakukan pengecekan. "Semakin cepat [terdeteksi] dan masih kecil lebih mudah, dia belum menyebar kemana-mana." (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kanker payudara masih tinggi di Indonesia. Deteksi dini lewat SADARI, SADANIS, dan mamografi jadi kunci pencegahan.
Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah. Harga ayam broiler naik 4,11 persen dalam sepekan, disusul telur ayam ras yang ikut menguat.
Pertamina meluncurkan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta dengan menghadirkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Sebanyak 208 Bhabinkamtibmas diterjunkan membantu pelacakan kasus TBC di Sragen. Dalam sebulan, 190 kontak erat pasien telah diperiksa.
Polisi menyelidiki kasus begal payudara terhadap perempuan yang sedang jogging di Bambanglipuro, Bantul. Pelaku masih diburu.
UII mengumumkan pemenang PJJ Challenge Chapter II 2026 yang diikuti 586 peserta dari 180 institusi di seluruh Indonesia.