JBBA 2026, Pengembangan Riset UAD Berbuah Penghargaan

Media Digital
Media Digital Selasa, 21 Juli 2026 13:52 WIB
JBBA 2026, Pengembangan Riset UAD Berbuah Penghargaan

Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diperoleh UAS.

JOGJA-Komitmen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam mengembangkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat mendapat pengakuan.

UAD menerima penghargaan Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 untuk kategori Inovator Teknologi & Riset Pendidikan. Penghargaan yang digagas oleh Harian Jogja ini diberikan kepada UAD sebagai lembaga yang konsisten melakukan riset dan pengembangan alat instruksional berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.

Menurutnya, penghargaan itu menjadi penyemangat bagi UAD untuk terus mengembangkan penelitian yang tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas.

"Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Harian Jogja yang telah memberikan penghargaan kepada kami sebagai inovator teknologi dan riset dalam bidang pendidikan," ujar Muchlas, Jumat (17/7).

Dia menilai penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian. UAD, kata dia, selama beberapa tahun terakhir memang mendorong seluruh riset agar memiliki nilai manfaat yang lebih luas melalui proses hilirisasi.

Menurut Muchlas, arah pengembangan riset di UAD tidak lagi hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan hingga mampu mencapai tahap komersialisasi. Hal itu dilakukan agar hasil penelitian benar-benar bisa diterapkan oleh dunia industri maupun masyarakat.

"Tentu penghargaan ini akan memberikan dampak motivasi yang besar kepada kami, juga dorongan-dorongan untuk terus bisa melaksanakan riset-riset teknologi dan juga riset-riset dalam bidang pendidikan, terutama yang terkait dengan cara kita melakukan hilirisasi atau riset-riset yang kita lakukan bisa mencapai level 9 dari Technology Readiness Level [TRL]," katanya.

Dia menjelaskan, TRL merupakan indikator tingkat kesiapan teknologi hasil penelitian. Pada level tertinggi, hasil riset telah siap diproduksi dan dimanfaatkan secara luas sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, UAD telah menghasilkan sejumlah inovasi dari berbagai bidang. Salah satunya adalah pengembangan rudal kaliber 70 "Teratai", yang kini telah memasuki tahapan sertifikasi di Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan. UAD juga mengembangkan Simon Kori, sistem digitalisasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang membantu petani memantau kondisi lahan, suhu, kelembapan, hingga proses budi daya tanaman secara lebih efisien.

Perkuat Kolaborasi

Menurut Muchlas, berbagai penelitian tersebut merupakan contoh bagaimana hasil riset kampus diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan bersama dunia industri.

Untuk itu, UAD akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri agar hasil penelitian yang dikembangkan dapat diimplementasikan secara lebih luas.

Langkah tersebut dinilai penting agar inovasi yang lahir dari perguruan tinggi benar-benar menjadi solusi atas berbagai tantangan di bidang pendidikan, teknologi, pertanian, maupun sektor strategis lainnya.

Dia berharap penghargaan dari JBBA menjadi momentum bagi UAD untuk semakin memperkuat budaya riset yang berorientasi pada pemecahan persoalan nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi kebanggaan akademik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online