InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital

Media Digital
Media Digital Selasa, 04 Agustus 2026 15:02 WIB
InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja keuangan positif pada semester I-2026, dengan pertumbuhan pada sejumlah indikator utama./ Ist

JAKARTA – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja keuangan positif pada semester I-2026, dengan pertumbuhan pada sejumlah indikator utama.

Memasuki enam bulan pertama 2026, InfraNexia membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun. Komposisi pendapatan perusahaan masih didominasi ekosistem TelkomGroup, sejalan dengan peran InfraNexia dalam mendukung kebutuhan konektivitas grup secara menyeluruh.

Di saat yang sama, pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup pada portofolio bisnis yang kini dikelola InfraNexia tumbuh 31% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp939 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri, termasuk operator telekomunikasi, internet service provider (ISP), penyedia layanan digital, dan pelanggan korporasi, terhadap infrastruktur yang dikelola InfraNexia.

Hal ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terbuka yang mendukung kebutuhan konektivitas industri secara lebih luas.

Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Transformasi yang dijalankan InfraNexia sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai dan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

Sejak pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang efektif pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan skala operasi dan kapabilitas infrastruktur yang semakin besar.

Transformasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun mesin pertumbuhan baru melalui pengelolaan aset jaringan yang lebih fokus dan efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi dan kolaborasi yang lebih luas di pasar eksternal.

Dari sisi portofolio, segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% secara tahunan setelah pengelolaannya dialihkan ke InfraNexia.

Pertumbuhan tersebut ditopang permintaan yang konsisten terhadap layanan core network serta kebutuhan kapasitas yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital.

Segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus memperkuat portofolio bisnis InfraNexia, khususnya dalam mendukung kebutuhan konektivitas dan optimalisasi pemanfaatan infrastructure sharing.

Melalui portofolio ini, InfraNexia mendorong terbentuknya model penyediaan infrastruktur yang lebih efisien sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas bagi seluruh pelaku industri.

Dari sisi profitabilitas, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5% pada semester I-2026. Pencapaian tersebut didukung penerapan disiplin operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf.

Sejalan dengan perluasan skala bisnis, InfraNexia turut memperkuat kapasitas organisasinya. Jumlah karyawan perusahaan meningkat dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang semester I-2026.

Penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kompleksitas operasional, pengembangan layanan, serta percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan.

Melanjutkan momentum positif tersebut, Lukman mengatakan semester pertama 2026 menjadi periode penting bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kuat dan kompetitif.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan efisiensi perusahaan.

Ia juga menegaskan InfraNexia akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi dan inisiasi modernisasi jaringan, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh pelaku industri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengoptimalkan aset infrastruktur dan menghadirkan nilai yang lebih besar bagi pelanggan, pemegang saham, industri, serta negara.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online