Gerakkan Roda Perekonomian Kulonprogo lewat Realisasi Program Prioritas Bupati
Pemkab Kulon Progo mengalokasikan Rp102,16 miliar untuk pelayanan publik pada 2026, dengan prioritas perbaikan jalan kabupaten, jembatan, irigasi, infrastruktur
Kegiatan Garebek Sampah yang belum lama ini digelar di Alun-alun Wates seusai penyelenggaraan Manunggal Fair 2026. Kegiatan ini menjadi upaya tanggung jawab penyelenggara terhadap fasilitas publik yang digunakan./ Istimewa
KULONPROGO—Memasuki usia Kabupaten Kulon Progo yang ke-75 tahun ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kulon Progo terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor. Salah satunya melalui penyelenggaraan Manunggal Fair 2026 di Alun-Alun Wates yang mampu menggerakkan perekonomian lokal dan memberikan dampak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat luas.
Momentum hari jadi tersebut menjadi penyemangat bagi Perumda Aneka Usaha Kulon Progo untuk terus berkembang, mandiri, dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Direktur Perumda Aneka Usaha Kulon Progo, Muhammad Nasta’in, mengatakan pihaknya akan menyiapkan berbagai inovasi agar badan usaha milik daerah (BUMD) yang dipimpinnya semakin maju dan mandiri. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo selama ini menjadi salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan perusahaan yang berdaya saing.
“Kabupaten Kulon Progo hari ini berusia 75 tahun. Kami di Perumda Aneka Usaha Kulon Progo akan terus bekerja secara profesional, memperbaiki kesalahan, dan menciptakan terobosan baru serta segar agar dapat adaptif menghadapi berbagai tantangan zaman,” katanya, Rabu (14/10).
Dalam penyelenggaraan Manunggal Fair pada tahun-tahun sebelumnya, Perumda Aneka Usaha Kulon Progo selalu mendapat kepercayaan sebagai penanggung jawab kegiatan. Pesta rakyat tahunan tersebut menjadi agenda ikonik, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi warga dari sejumlah daerah sekitar yang tertarik untuk berkunjung.
Nasta’in menegaskan, dalam setiap penyelenggaraan Manunggal Fair, pihaknya selalu mengedepankan transparansi dalam berbagai aspek.
“Manunggal Fair tahun ini cukup sukses karena berdasarkan data yang kami miliki, jumlah kunjungan mencapai ratusan ribu orang dan nilai perputaran uang selama penyelenggaraannya mencapai sekitar Rp7 miliar. Itu menjadi kado bagi HUT Kabupaten Kulon Progo yang tahun ini berusia 75 tahun,” katanya.
Meski Manunggal Fair 2026 telah berakhir, Perumda Aneka Usaha Kulon Progo tidak hanya menunggu penyelenggaraan berikutnya pada tahun depan. Nasta’in memastikan pihaknya akan mengoptimalkan berbagai lini usaha yang selama ini telah berjalan agar memberikan hasil yang lebih maksimal.
Inovasi dan optimalisasi lini usaha tersebut akan terus dikembangkan melalui kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kulon Progo, baik saat ini maupun pada masa mendatang.
“Di usia Kulon Progo yang sekarang, kami berkomitmen untuk terus berinovasi agar menjadi motor penggerak perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Nasta’in.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo menjadi momentum bagi Perumda Aneka Usaha Kulon Progo untuk terus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kemandirian ekonomi daerah. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulon Progo mengalokasikan Rp102,16 miliar untuk pelayanan publik pada 2026, dengan prioritas perbaikan jalan kabupaten, jembatan, irigasi, infrastruktur
Ubi jalar Bima Pasru di Seyegan, Sleman, mencatat produktivitas 27,8 ton per hektare berdasarkan hasil pengubinan DP3.
Sebanyak 29 Kopdes Merah Putih di Kota Probolinggo mencatat transaksi Rp5,32 miliar sepanjang 2026, didominasi penjualan beras SPHP.
IMCF 2026 di ISI Jogja melibatkan 20 komponis dari lima negara dengan tema Vestigium Sonorum dan kecerdasan artistik.
DPRD DIY meminta UMKM lokal dilibatkan dalam program MBG dan Kopdes Merah Putih serta mendorong perluasan pemasaran dan akses modal.
Kementerian Kebudayaan menargetkan pemugaran Mahastupa Borobudur rampung 24 Oktober 2026. Pemasangan Chattra masih berproses bersama UNESCO.