Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo Raih Juara III Nasional BBNKT 2026

Media Digital
Media Digital Senin, 26 Oktober 2026 07:02 WIB
Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo Raih Juara III Nasional BBNKT 2026

Ketua Karang Taruna HIPENARI, Faraghina Salsabila (ketiga kiri) menerima penghargaan dalam Awarding Night Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) Tingkat Nasional 2026 di Pendopo Agung Kedhaton Ambarukmo, Sleman, Jumat (23/10) malam.

KULON PROGO— Karang Taruna HIPENARI asal Kabupaten Kulon Progo berhasil meraih Juara III Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026 dalam ajang Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Awarding Night BBNKT 2026 yang digelar di Pendopo Agung Kedhaton Ambarukmo, Sleman, Jumat (23/10/2026) malam.

Mengusung tema Bersatu, Bergerak, Berdampak, ajang ini menjadi bentuk apresiasi kepada para pemuda dan organisasi Karang Taruna yang konsisten menghadirkan inovasi serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Malam penganugerahan tersebut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono, serta sejumlah kepala daerah dan kader Karang Taruna dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan diberikan melalui empat kategori, yakni Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026, Olimpiade Bahasa Asing Sekolah Rakyat 2026, Festival Konten Karang Taruna 2026, dan Pekan Inovasi Sosial.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam arahannya menekankan bahwa usia organisasi Karang Taruna yang telah mencapai 66 tahun harus direfleksikan melalui kualitas dampak yang diberikan kepada masyarakat, bukan sekadar banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.

“Malam ini, kita menghormati para pemuda yang mengubah kepedulian menjadi kerja yang terukur. Di balik setiap penghargaan terdapat waktu, tenaga, dan ketekunan, yang sering berlangsung jauh dari perhatian publik,” ujar Sri Sultan.

Sri Sultan juga berpesan agar setiap inovasi sosial diuji melalui tiga pertanyaan mendasar, yakni apakah persoalan warga benar-benar berkurang, apakah masyarakat dilibatkan dalam menentukan solusi, serta apakah manfaat inovasi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Senada, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengapresiasi peran strategis generasi muda dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Inovasi adalah cara untuk menjawab permasalahan sosial dengan gagasan baru. Saat ini, Karang Taruna Indonesia telah menghasilkan berbagai karya inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” kata Agus.

Bukti Kreativitas dan Kerja Keras Pemuda Kulon Progo

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan yang turut hadir dalam malam penganugerahan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih Karang Taruna HIPENARI.

Selain keberhasilan HIPENARI meraih Juara III Nasional, Kabupaten Kulon Progo juga mencatatkan prestasi melalui Karang Taruna Kaliagung yang berhasil masuk dalam lima besar atau Top 5 Pekan Inovasi Sosial.

“Prestasi ini merupakan pencapaian yang membakar semangat sekaligus bukti nyata bahwa gotong royong, kreativitas, dan kerja keras pemuda Kulon Progo mampu bersaing di tingkat nasional. Pemuda bukan hanya harapan masa depan, tetapi juga kekuatan pembangunan hari ini,” kata Agung.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pemuda Kulon Progo memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai inovasi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Melalui momentum BBNKT 2026, Agung berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus diperkuat sehingga mampu melahirkan lebih banyak program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Dia juga berharap keberhasilan Karang Taruna HIPENARI dan Kaliagung dapat menjadi inspirasi bagi organisasi kepemudaan lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna HIPENARI Faraghina Salsabila menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam mengembangkan organisasi kepemudaan.

Menurutnya, generasi muda tetap membutuhkan bimbingan dan masukan dari para senior sebagai fondasi dalam menjalankan berbagai program. Namun, anak muda juga perlu mendapatkan kepercayaan untuk memegang peran strategis dan tanggung jawab kepemimpinan.

Faraghina menegaskan penghargaan tingkat nasional tersebut bukan menjadi akhir dari perjalanan HIPENARI. Pihaknya berkomitmen terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani teh.

Salah satu inovasi yang akan dikembangkan adalah produk perawatan tubuh berbahan baku limbah daun teh melalui program HPR (Natural Body Care).

“Setelah juara ini kami tetap terus berinovasi. Inovasi yang akan kami kembangkan kaitannya dengan HPR [Natural Body Care], limbah daun teh yang kami jadikan sebagai bahan baku pembuatan body care. Semoga ke depannya kami bisa memperbanyak jumlah produksi dan juga bisa menambah nilai ekonomi para petani teh yang lain dengan semakin banyaknya jumlah produksi yang kita hasilkan,” ujar Faraghina.

Dia berharap pengembangan produk tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama petani teh di Kulon Progo.

Keberhasilan HIPENARI dalam ajang BBNKT 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas dan kolaborasi pemuda di tingkat lokal mampu menghasilkan inovasi yang berdaya saing nasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online