Lem Rajawali Gelar Kopdar dengan Perajin Sofa di Jogja, Perkuat Hubungan Pelanggan

Media Digital
Media Digital Minggu, 25 Oktober 2026 17:02 WIB
Lem Rajawali Gelar Kopdar dengan Perajin Sofa di Jogja, Perkuat Hubungan Pelanggan

Pelanggan PT Mikatasa Agung berfoto bersama dalam kegiatan kopdar Lem Rajawali di Rempah Jawa 87, Jumat (23/10/2026). (Stefani)

Lem Rajawali Gelar Kopdar dengan Pengrajin Sofa di Jogja, Perkuat Hubungan Pelanggan

Harianjogja.com, SLEMAN—PT Mikatasa Agung, produsen Lem Rajawali, menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) bersama sejumlah pengrajin sofa di DIY untuk mempererat hubungan dengan pelanggan sekaligus menyerap masukan terkait kebutuhan produk perekat di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi perusahaan dan pelanggan untuk berdiskusi secara langsung mengenai kebutuhan, kendala, hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan para pengrajin.

Area Manager PT Mikatasa Agung Jogja, Hongky, mengatakan kegiatan tersebut dikemas dalam suasana santai dan akrab agar komunikasi antara perusahaan dan pelanggan dapat berlangsung lebih terbuka.

“Dengan kopdar ini, kita bisa lebih erat, lebih dekat, lebih kekeluargaan. Kita bisa ngobrol lebih enak. Harapannya, apa yang menjadi keluhan atau saran ke depan, maupun apresiasi, bisa kita terima dan diskusikan bersama,” ujarnya saat ditemui di Rempah Jawa 87, Jumat (23/10/2026).

Menurut Hongky, perusahaan terus berupaya mengakomodasi kebutuhan pelanggan melalui inovasi dan pengembangan produk. Hal ini dilakukan karena kebutuhan pengrajin terus berkembang seiring dengan dinamika pasar dan persaingan usaha.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Mikatasa Agung menyediakan berbagai pilihan produk perekat, mulai dari varian ekonomis hingga premium. Dengan demikian, pengrajin dapat memilih produk sesuai dengan kebutuhan produksi, karakteristik usaha, serta kemampuan anggaran masing-masing.

Dia menjelaskan, untuk segmen pengrajin sofa, busa, dan kerajinan, Lem Super menjadi salah satu produk yang banyak digunakan. Sementara itu, Lem Power digunakan antara lain untuk kebutuhan pemasangan high pressure laminate (HPL) dan pekerjaan interior.

Selain mengembangkan produk, perusahaan juga memperkuat jaringan distribusi melalui toko-toko rekanan yang menyediakan kebutuhan bahan bagi para pengrajin.

Menurutnya, keberadaan toko rekanan memiliki peran penting dalam memastikan produk perekat dapat dijangkau pelanggan secara lebih mudah.

Hongky berharap kegiatan kopdar tersebut dapat memperkuat kerja sama antara perusahaan, jaringan toko, dan pengrajin, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadirkan berbagai tantangan bagi pelaku usaha.

“Kita tetap berusaha bertahan dan tetap dekat dengan pelanggan supaya kita sama-sama ingin maju dan tetap berkarya,” katanya.

Dia menambahkan, komunikasi langsung dengan pelanggan menjadi salah satu cara perusahaan untuk memahami perkembangan kebutuhan pasar. Masukan dari pengrajin diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.

Sementara itu, pemilik Rempah Jawa 87, Bambang, menyambut positif kegiatan yang mempertemukan produsen dengan pelanggan tersebut.

Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana memperluas jaringan usaha sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan para pengguna produk.

“Harapannya kegiatan hari ini, Lem Rajawali dan customer-customernya tambah banyak,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, hubungan antara produsen dan pelanggan diharapkan semakin kuat sehingga dapat mendukung keberlangsungan usaha serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi para pengrajin di DIY. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online