Kuliah Online Makin Diminati Gen Z, Mahasiswa UT Yogyakarta Capai 31.000 Orang

Media Digital
Media Digital Senin, 26 Oktober 2026 17:02 WIB
Kuliah Online Makin Diminati Gen Z, Mahasiswa UT Yogyakarta Capai 31.000 Orang

Acara talkshow bertajuk Kuliah Online ala Gen Z yang menghadirkan sejumlah pembicara dari Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta di studio Harian Jogja beberapa waktu lalu./ Dok.Harian Jogja

JOGJA— Kuliah online semakin diminati generasi Z (Gen Z) karena menawarkan fleksibilitas belajar yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan tinggi sambil bekerja. Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta mencatat jumlah mahasiswa mencapai sekitar 31.000 orang, dengan komposisi yang kini semakin didominasi generasi muda.

Secara nasional, UT memiliki sekitar 854.000 mahasiswa yang tersebar di 40 kantor wilayah. Pergeseran profil mahasiswa menunjukkan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh tidak lagi hanya diminati pekerja, tetapi juga lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Yogyakarta sekaligus Dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) UT, Suyatno, mengatakan UT telah menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh sejak awal berdiri.

Menurutnya, UT menyediakan sejumlah layanan pembelajaran, mulai dari tutorial tatap muka, tutorial berbasis web, hingga tutorial online.

Sekitar 80% kegiatan pembelajaran di UT dilaksanakan secara online, sedangkan sisanya dilakukan melalui tatap muka sesuai kebutuhan dan ketentuan masing-masing program studi.

Suyatno menjelaskan, UT merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang menerapkan prinsip pendidikan tinggi terjangkau dan fleksibel.

Biaya kuliah di UT berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta per semester. Namun, sejumlah program studi tertentu, seperti program pendidikan guru, memiliki besaran biaya berbeda.

"Tapi ada beberapa program yang mungkin agak berbeda, misalnya kayak program guru, tapi rata-rata masih di bawah Rp2,5 juta. Jadi, rentangnya antara Rp1,3 juta sampai dengan Rp2 jutaan," katanya dalam talkshow bertajuk Kuliah Online ala Gen Z di Harian Jogja beberapa waktu lalu.

Lulusan UT Mampu Bersaing

Selain menawarkan fleksibilitas dan biaya terjangkau, Suyatno menyebut lulusan UT juga memiliki peluang bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dia mengatakan UT pernah mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2019 setelah sekitar 9.600 alumninya diterima sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), jumlah terbanyak pada saat itu.

Sejumlah lulusan UT juga berhasil melanjutkan pendidikan magister (S2) di luar negeri melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain itu, alumni UT diterima di berbagai program pascasarjana perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Suyatno menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh tetap dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif.

Mayoritas Mahasiswa Baru Lulusan SMA

Sementara itu, Dosen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UT, Whika Febria Dewatisari, menjelaskan profil mahasiswa UT mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, sekitar 20 tahun lalu UT lebih dikenal sebagai perguruan tinggi pilihan bagi guru, pekerja, maupun masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan pada usia dewasa.

Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Sekitar 50%–60% mahasiswa baru UT merupakan lulusan SMA yang belum bekerja.

Perubahan ini menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap sistem pendidikan tinggi yang memberikan keleluasaan dalam mengatur waktu dan tempat belajar.

Whika menilai sistem kuliah online sesuai dengan karakteristik Gen Z yang cenderung mengutamakan fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, dia memastikan fleksibilitas pembelajaran tidak mengurangi standar kualitas pendidikan yang diterapkan UT.

Menurutnya, UT memiliki mekanisme seleksi tutor dari berbagai daerah di Indonesia untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung sesuai standar akademik.

"UT memilih pengajar-pengajar, tutor namanya, dari seluruh Indonesia itu terseleksi. Jadi, terukur dan tervalidasi," ungkapnya.

Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, biaya kuliah terjangkau, serta dukungan tenaga pengajar yang terseleksi, UT berupaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin kuliah sambil bekerja. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online