EHEF 2026 Kembali ke Yogyakarta, Buka Peluang Generasi Muda Kuliah di Eropa
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Ditpenduk, Made Yudhistira (kedua kiri) didampingi PLT Kepala Dinas Dikpora Bantul, Kepala Sekolah, dan Kepala BPOM DIY meninjau area edukasi kependudukan dan keluarga SD N Kasihan/. Ist
BANTUL—Konsistensi dalam mengembangkan pendidikan kependudukan selama tiga tahun mengantarkan SD Negeri Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meraih Juara I tingkat nasional dalam Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) 2026 jenjang SD/MI sederajat.
Prestasi tersebut menjadi buah dari upaya sekolah mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam kegiatan pembelajaran, mengembangkan berbagai inovasi, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Keberhasilan ini diraih setelah SD Negeri Kasihan memperoleh predikat SSK Paripurna dan mengikuti rangkaian penilaian tingkat nasional. Tahapan penilaian meliputi seleksi berkas, penilaian portofolio, wawancara, hingga verifikasi lapangan oleh tim penilai nasional.
Selama tiga tahun terakhir, SD Negeri Kasihan secara konsisten memperkuat implementasi program Sekolah Siaga Kependudukan melalui program unggulan SAKTI. Program tersebut dirancang secara terintegrasi dengan kurikulum, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Penguatan program juga diwujudkan melalui sejumlah inovasi. Di antaranya SIKAKA (Sistem Informasi Kependudukan dan Administrasi), Pojok Kependudukan SAKTI di sekolah dan rumah, pengembangan media pembelajaran, serta penguatan kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta didik dikenalkan pada beragam persoalan kependudukan, kesehatan, perlindungan anak, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, pendidikan kependudukan tidak hanya disampaikan sebagai materi pembelajaran, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Pengembangan SSK di SD Negeri Kasihan turut ditopang kolaborasi lintas sektor. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Pemerintah Kabupaten Bantul, DPRD Kabupaten Bantul, BKKBN DIY, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul, DP3AP2KB, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, BPOM DIY, BNN, BPBD, Satpol PP, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Kemitraan tersebut diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, mitra media, komunitas, komite sekolah, tokoh masyarakat, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Dukungan berbagai pihak diwujudkan melalui kegiatan edukasi, pendampingan, penyediaan sumber belajar, penguatan layanan, hingga publikasi dan penyebarluasan praktik baik. Sinergi ini membentuk ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi kependudukan sejak usia dini.
Tak hanya berfokus pada pengembangan program internal, SD Negeri Kasihan juga aktif melakukan pengimbasan dan berbagi praktik baik kepada satuan pendidikan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas manfaat inovasi sekaligus mendorong penerapan program SSK di sekolah-sekolah lain.
Anggota DPRD Bantul, Jumakir, mengapresiasi capaian SD Negeri Kasihan yang berhasil meraih Juara I Nasional Apresiasi SSK 2026 jenjang SD/MI sederajat. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan konsistensi sekolah dalam memperkuat program pendidikan kependudukan selama tiga tahun terakhir.
Ia berharap keberhasilan SD Negeri Kasihan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah dan Kabupaten Bantul, tetapi juga dapat memotivasi satuan pendidikan lain untuk mengembangkan program serupa.
“Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain dalam mengembangkan program Sekolah Siaga Kependudukan melalui inovasi, kolaborasi, dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan,” kata Jumakir.
Capaian Juara I tingkat nasional tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas upaya SD Negeri Kasihan dalam membangun pendidikan kependudukan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ke depan, sekolah berkomitmen meningkatkan kualitas program, memperluas kemitraan, serta menghadirkan praktik pendidikan yang memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik dan masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Foto Gibran diturunkan saat audiensi Forum Kebangsaan DIY di DPRD DIY. Dewan menyebut aksi itu spontanitas peserta, bukan inisiatif mereka.
Sebanyak 11.129 peserta BPJS PBI Kulonprogo dinonaktifkan pada November 2026. Pemkab menyiapkan anggaran Rp19,8 miliar untuk jaminan kesehatan warga miskin.
Peserta KB aktif di Kota Jogja naik 9,54% hingga September 2026. Penggunaan MAL tumbuh 80,95% dibandingkan Desember 2025.
Puskesmas Girimulyo II Kulonprogo melayani hingga 150 pasien per hari saat imunisasi, tetapi masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan.
Donald Trump mengancam memveto inisiatif undang-undang Demokrat jika partai oposisi menguasai mayoritas Kongres AS.