Reses DPRD Bantul Dorong Penguatan Sarana Pendidikan

Media Digital
Media Digital Jum'at, 06 November 2026 19:42 WIB
Reses DPRD Bantul Dorong Penguatan Sarana Pendidikan

Penjaringan aspirasi masyarakat pada Reses III Tahun 2026 anggota DPRD Bantul, Jumat, Jumat (6/11).

BANTUL—Penguatan sarana pendidikan dan literasi menjadi salah satu perhatian dalam penjaringan aspirasi masyarakat pada Reses III Tahun 2026 anggota DPRD Bantul, Jumat (6/11).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah sekolah menerima bantuan komputer dan buku untuk mendukung kegiatan belajar sekaligus meningkatkan fasilitas perpustakaan sekolah.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengatakan pendidikan merupakan sektor penting yang membutuhkan perhatian bersama. Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pendidikan itu penting, makanya ini kita dari DPRD ingin sarpras soal pendidikan lebih dipahami oleh masyarakat,” kata Jumakir.

Dia menilai persoalan pendidikan di Bantul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah secara mandiri. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas instansi agar kebutuhan fasilitas dan penunjang pembelajaran dapat terpenuhi.

“Permasalahan pendidikan di Kabupaten Bantul ini tidak bisa diselesaikan oleh sekolah sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan OPD, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, memang harus dilakukan,” ujarnya.

Jumakir berharap dukungan terhadap fasilitas pendidikan juga diikuti dengan upaya meningkatkan pengetahuan siswa. Ketersediaan buku dan sumber belajar lainnya dinilai penting untuk memperluas wawasan anak sejak dini.

“Anak-anak kita harus selalu diberikan tambahan ilmu, baik melalui bacaan maupun sumber lainnya. Dengan begitu, ke depan mereka bisa lebih memahami berbagai hal dalam dunia pendidikan,” katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, mengatakan bantuan komputer dan buku merupakan bagian dari upaya pengembangan literasi di lingkungan sekolah. Komputer yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perpustakaan digital, sedangkan buku digunakan untuk menambah koleksi bacaan siswa.

“Kami memberikan seperangkat komputer dan buku sebagai bagian dari pengembangan literasi di sekolah. Komputer tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk perpustakaan digital, sedangkan buku-bukunya untuk menambah koleksi perpustakaan,” kata Dian.

Menurut Dian, keberadaan fasilitas perpustakaan perlu diikuti dengan pembiasaan membaca. Sekolah diharapkan tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mendorong siswa memanfaatkan koleksi yang tersedia dalam kegiatan sehari-hari.

Salah satu upaya yang didorong adalah membangun kebiasaan membaca selama 15 menit setiap hari. Pembiasaan tersebut diharapkan membuat siswa semakin akrab dengan buku.

Dukungan komputer dan buku juga diarahkan untuk memperkuat layanan perpustakaan sekolah. Selain memperluas akses terhadap bahan bacaan, fasilitas tersebut diharapkan membantu sekolah mengembangkan layanan literasi, termasuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan akreditasi perpustakaan sekolah.

Dian menilai penguatan literasi membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara Dispusip, DPRD, dan sekolah diperlukan agar fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online