Literasi Didorong di Tengah Lonjakan Risiko Investasi
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.
Proses penyerahan galon bekas oleh Diskominfo Kota Jogja di Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Jumat (26/9/2025) sore. Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Dinas Komunikasi Informatika dan Persansian (Diskominfosan) Kota Jogja menyerahkan ribuan galon bekas untuk dimanfaatkan sebagai wadah pemilahan sampah rumah tangga. Penyerahan dilakukan di Kelurahan Rejowinangun, khususnya di RW 06 dan RW 04, pada Jumat (26/9/2025), sebagai bagian dari dukungan terhadap program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Kepala Diskominfosan Kota Jogja, Ignatius Trihastono, menjelaskan bahwa pembagian galon akan dilakukan secara bertahap kepada warga. “Nanti kami akan bagikan langsung kepada warga. Satu rumah akan dapat dua galon: satu untuk menampung sampah basah matang, dan satunya untuk sampah basah mentah,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).
Trihastono menambahkan, untuk tahap awal pembagian dilakukan di dua RW sebagai percontohan. Selanjutnya, distribusi akan diteruskan oleh lurah bersama perangkat wilayah hingga mencakup seluruh warga di Rejowinangun.
“Totalnya ada 1.500 galon. Harapannya semua rumah di Kelurahan Rejowinangun bisa mendapatkannya,” katanya.
BACA JUGA: Sekolah Diminta Foto Menu Harian Program MBG di Gunungkidul
Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah di Jogja tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurutnya, penanganan sampah adalah urusan bersama yang harus melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemerintah di tingkat kelurahan. Dengan adanya sinergi tersebut, program Mas Jos diharapkan berjalan lebih optimal.
Lebih jauh, Trihastono menilai kunci keberhasilan program ini terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Selama ini, sampah rumah tangga masih banyak tercampur sehingga menyulitkan proses daur ulang. Dengan adanya galon khusus untuk pemilahan, ia berharap kebiasaan memilah sampah bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Lurah Rejowinangun, Handani Bagus Setyarso, mendukung penuh langkah ini. Ia menyebutkan, pembagian dua galon di setiap rumah ditujukan untuk memudahkan pemilahan sampah agar tidak memberatkan masyarakat.
“Pada dasarnya kami tidak ingin memberatkan warga, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya secara praktis. Jadi kami punya tanggung jawab terkait suksesnya gerakan Mas Jos,” ucapnya.
Handani juga menyinggung soal desain galon yang dilengkapi penutup. Menurutnya, hal itu dipertimbangkan agar sampah tidak mengundang lalat maupun menimbulkan bau menyengat. “Kenapa galonnya ini ditutup? Agar tidak terkena lalat dan menghindari bau dari sampah yang ditampung,” jelasnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.