Di Balik Kantong Darah untuk Pasien, Ada Peran Teknisi Pelayanan Darah
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Senyum Nenek Partinah di Momen Hari Listrik Nasional: Rumahnya Kini Terang Berkat Bantuan Sambung Baru Listrik Gratis dari Pemerintah melalui PLN./ Ist
BANTUL - Jumat (17/10) sore itu, rumah Nenek Partinah (84) warga Desa Pandes II, Wonokromo, Bantul, Yogyakarta tampak berbeda. Cahaya lampu di rumahnya memantul lembut di dinding, menghadirkan kehangatan dan rasa tenang. Tak ada lagi rasa kekhawatiran listrik turun atau gelap di malam hari.
Di usia senjanya, dia akhirnya bisa menikmati terang di rumah sendiri setelah menerima bantuan sambung listrik gratis dari pemerintah melalui PLN. Selama ini, Nenek Partinah hidup sederhana dengan segala keterbatasan.
Tanpa pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan bantuan anaknya yang bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tak menentu setiap bulannya, dia menyalur listrik dari rumah sang anak untuk kebutuhan sehari-hari. Namun daya kecil menyebabkan listrik sering “njegleg” — turun mendadak karena tidak kuat menanggung beban.
“ Alhamdullilah sekarang rumah saya sudah padang (terang), saya senang sekali, kalau nyalur itu sering “njeglek”, lampu mati, kipas berhenti padahal cuaca panas sekali, agar kipas nyala harus matikan lampu yang lain biar kuat,” kenang Nenek Partinah sambil tersenyum. “Matur sembah nuwun pemerintah dan PLN. Saya sangat bahagia, rasanya seperti mimpi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Momen mengharukan ini menjadi makin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, saat pemerintah melalui PLN menghadirkan Program Bantuan Sambung Baru Listrik Gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini hadir hingga ke pelosok desa, menyalakan bukan hanya rumah warga, tetapi juga semangat dan harapan mereka. Seperti yang dirasakan Nenek Partinah beserta 10 keluarga lainnya yang berkesempatan mendapatkan program ini, kini terang itu bukan sekadar sinar lampu—melainkan simbol kasih dan perhatian negara yang benar-benar hadir di tengah kehidupan rakyatnya.
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah khususnya Pemkab Bantul dan PLN dalam menghadirkan akses energi bagi masyarakat kurang mampu.
“Program sambung listrik gratis ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk warganya. Kehadiran listrik tidak hanya membuat rumah terang, tetapi juga membuka peluang hidup yang lebih baik. Kami berterima kasih kepada PLN yang telah menyalurkan bantuan ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, turut menegaskan bahwa program bantuan sambungan listrik gratis merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan PLN dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah bersama PLN terus berupaya memastikan seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan akses energi yang layak. Bantuan sambung baru listrik gratis ini bukan sekadar penerangan, melainkan cahaya harapan bagi masyarakat agar dapat hidup lebih produktif dan sejahtera,” ungkap Darmawan.
Dia menambahkan, listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi rumah tangga hingga pendidikan anak-anak.
“Kami ingin setiap rumah di Indonesia bisa menikmati terang, karena dari cahaya itu lahir harapan dan kemajuan,” tutupnya.
General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, turut menyampaikan bahwa PLN menjalankan amanah pemerintah untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses energi secara adil dan berkelanjutan serta terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok desa agar setiap rumah di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY dapat merasakan manfaat listrik
“Listrik bukan hanya penerangan, tetapi juga jembatan menuju kesejahteraan. Melalui program bantuan sambung baru ini, PLN berkomitmen menghadirkan cahaya yang membawa harapan, Bagi kami, setiap sambungan listrik adalah simbol kebahagiaan dan bukti nyata bahwa energi hadir untuk semua,” tutur Bramantyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.