Advertisement
Lewat Buku, Warga Didorong Olah Sampah secara Mandiri
Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafii (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku di Pendopo Migunani, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja, Selasa (21/4) - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Kegiatan bedah buku bertajuk Sampah Mandiri bersama Komunitas digelar sebagai upaya untuk mendorong masyarakat agar mulai mengelola sampah secara mandiri dari rumah masing-masing. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY tersebut digelar di Pendopo Migunani, Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Selasa (21/4).
Bedah buku turut menghadirkan anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i sebagai narasumber. Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, mengatakan kegiatan bedah buku dilatarbelakangi keprihatinan terhadap rendahnya minat baca masyarakat, baik secara nasional maupun di DIY.
Advertisement
“Tingkat minat baca masyarakat Indonesia itu rendah, hanya satu dari 1.000 orang yang membaca. Di DIY sudah lebih baik, sekitar 49 dari 1.000 orang yang membaca,” ujarnya, Selasa.
Menurut Budiyono, tema sampah diangkat karena menjadi persoalan bersama yang dihadapi masyarakat. Melalui buku yang dibedah, warga diajak memahami cara mengelola sampah agar memiliki nilai manfaat. Dia mencontohkan, sampah anorganik seperti kardus dan plastik dapat dijual atau diolah kembali, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. Budiyono menekankan, pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama di tingkat lingkungan.
BACA JUGA
Dia juga menambahkan, tema-tema dalam bedah buku disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah, tidak hanya terbatas pada isu sampah. “Tidak hanya masalah sampah, kemarin ada tema menanam bawang merah di Gunungkidul, ada juga tentang stunting. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. Budiyono menyebut, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bedah buku tergolong tinggi, termasuk pada tema pengelolaan sampah yang menjadi persoalan di banyak wilayah.
Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, menyoroti persoalan lain dalam literasi, yakni kemampuan memahami isi bacaan. Dia menilai masih banyak masyarakat yang membaca tetapi tidak mampu menangkap makna dari teks yang dibaca. “Ternyata banyak orang itu membaca tapi tidak paham isinya,” ujarnya. Menurutnya, kemampuan memahami bacaan menjadi kunci dalam proses belajar dan pendidikan.
Melalui bedah buku ini, dia berharap peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mampu mengimplementasikan isi buku, khususnya terkait pengelolaan sampah. Itulah sebabnya, masyarakat terus didorong untuk mulai mengolah sampah dari rumah sendiri tanpa harus menunggu skala yang lebih besar. “Sederhana saja, tidak perlu olah sampah tetangga, olah saja sampah yang ada di rumah kita,” katanya.
Syafi’i berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat menghasilkan karya nyata dalam pengelolaan sampah, sehingga mampu mengurangi jumlah sampah residu yang dibuang. “Menjadi pengolah sampah yang ada di rumah kita masing-masing, sehingga mengurangi jumlah sampah yang kita buang,” ujarnya.
Belum Konsisten Salah satu peserta, warga Umbulharjo, Siti Rahmawati, mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait dengan pengelolaan sampah dari kegiatan tersebut. Selama ini, kata dia, masih banyak masyarakat yang belum konsisten dalam memilah sampah dari rumah. “Selama ini saya sudah coba pilah, tetapi terkadang masih tercampur lagi. Dari kegiatan ini jadi lebih paham cara mengelola yang benar,” ujarnya.
Dia berharap materi dalam buku yang dibedah dapat benar-benar diterapkan oleh warga di lingkungan tempat tinggalnya. Menurutnya, pengelolaan sampah mandiri bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi penumpukan sampah di tingkat kota. “Kalau dari rumah sudah tertib, saya yakin jumlah sampah yang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Agenda Malam Ini: Kethoprak dan Dagelan di Pentas Rebon TBY, Gratis!
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








