Indonesia Borong Tiga Gelar di AQUA SEA Badminton Final 2026
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Pemberian bantuan dari UMY kepada masyarakat lereng Merapi yang menghuni Huntap Dongkelsari, Cangkringan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Diah Setyawati Dewanti, dosen Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), memimpin tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) memberikan bantuan kepada masyarakat lereng Merapi untuk menghadapi erupsi dan pandemi Covid-19.
Melalui program Mewujudkan Desa Bersih Sehat Bebas Asap Rokok di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi Sleman, Diah dan timnya menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Hunian Tetap (Huntap) Gunung Merapi di Dusun Dongkelsari, Cangkringan, Sleman. Tim UMY memberikan bantuan hand sanitizer, hand soap, dan masker kepada 147 kepala keluarga (KK) di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi.
“Bantuan ini untuk memutus rantai penyebaran virus Corona-19 dan mengurangi dampak abu vulkanik dari letusan erupsi Gunung Merapi,” kata Diah melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Rabu (15/4/2020).
Sebelumnya, Tim PPDM UMY menanyakan kepada kepala dusun dari daerah binaan tentang kondisi erupsi Gunung Merapi yang terjadi beberapa kali di bulan April serta kebutuhan yang belum terpenuhi untuk membantu mereka menghadapi erupsi dan juga pandemi virus Corona.
“Dukuh Dongkelsari, Cangkringan meminta bantuan pemberian hand soap, hand sanitizer dan juga masker ke 147 KK di salah satu RW di Dusun Dongkelsari. Oleh karena itu, tim segera menyediakan kebutuhan yang dimaksud dan mengirimkannya pada hari Sabtu, 4 April 2020,” ujar dia.
Menurut Diah, beberapa prosedur telah dilaksanakan oleh masyarakat setempat, yaitu lockdown internal Huntap Dongkelsari.
“Prosedur yang dibuat oleh kepala dusun adalah mengisi data diri bagi tamu yang akan datang ke rumah salah satu warga, dengan meninggalkan kartu identitas atau KTP serta menyuruh tamu untuk cuci tangan sesuai prosedur Kemenkes sebelum masuk ke rumah warga,” kata dia.
Wawancara menganai keadaan rumah warga binaan yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana ini juga menghasilkan beberapa rencana kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan setelah pandemi Covid-19 berakhir.
“Perekonomian warga tengah sulit karena selama pandemi ini menyebar membuat mereka harus bertahan tanpa penghasilan. Sebagian besar warga bekerja sebagai penjual di sekitar Gunung Merapi dan sopir jip lava tour,” ucap Diah.
“Bantuan dari tim pengabdian sangat diterima dengan tangan terbuka oleh warga. Pengaplikasian prosedur lokal di dusun Dongkelsari sangat diapresiasi dan perlu ditiru oleh dusun yang lain. Dampak dari erupsi Gunung Merapi tidak terlalu besar di daerah ini, akan tetapi abu vulkanik tetap menghujani lahan pertanian di sekitar rumah warga. Ini pertanda baik karena abu vulkanik dapat menjadi potensi tinggi sebagai pupuk untuk tanaman pertanian di sekitar daerah ini.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Jorge Lorenzo akui teknik menikung Marc Marquez di tikungan kiri mustahil ditiru. Gaya pengereman dan sliding jadi rahasia kehebatan The Baby Alien.
Malas bersih-bersih? Terapkan 7 trik rumah tetap rapi ini. Cukup 10 menit sehari, rumah bersih tanpa menguras tenaga. Cocok untuk Anda yang sibuk!
PSS Sleman menyiapkan kedalaman skuad dan rotasi pemain untuk menghadapi Super League dan League Cup musim 2026/2027.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.