Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Pengembangan Rumah Sehat Gendhis Jawi Berbasis Kader Sebagai Mitra Pelayanan Kesehatan./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahendro Prasetyo Kusumo, Dr. dr., M.M., FISPH., FISCM., AIFO-K., dosen Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pengembangan Rumah Sehat Gendhis Jawi Berbasis Kader Sebagai Mitra Pelayanan Kesehatan.
PKM berlangsung di Kalurahan Sidokarto, Godean, Sleman dan diikuti 15 kader dan penderita PTM dukuh Sorolaten, Kalurahan Sidokarto, Godean Sleman.
“Tujuannnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sehingga memiliki tingkat percaya diri yang tinggi dalam mendampingi masyarakat. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kader dapat membantu pemerintah dalam membiayai pasien akibat penyakit DM dan komplikasinya,” kata Mahendro Prasetyo Kusumo.
Kegiatan pengabdian masyarakat di Kalurahan Sidokarto Kecamatan Godean Kabupaten Sleman diawali dengan sosialisasi model rumah sehat “Gendhis Jawi”. Model tersebut dirancang berdasarkan hasil penelitian pendahuluan yang saya lakukan sebelumnya. Sosialiasasi dilaksanakan pada tanggal 25 Febuari 2021 dan diikuti oleh delapan belas peserta. Peserta tersebut terdiri dari kader, Kepala Dukuh, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, dan perangkat Kalurahan Sidokarto.
Sosialisasi dilakukan dengan cara memaparkan materi tentang alur pelaksaan model rumah sehat “Gendhis Jawi”. Setelah materi selesai disampaikan, setiap peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Semua keputusan terkait teknis pelaksaan model rumah sehat “Gendhis Jawi” dilakukan dengan musyarawah bersama.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mempersiapkan implementasi model rumah sehat “Gendhis Jawi” yang akan dilaksanakan. Sebelum model rumah sehat “Gendhis Jawi” diimplementasikan, kami melakukan diskusi kelompok dengan seluruh perwakilan Puskesmas, kader dan Perangkat Desa untuk menentukan materi dan cara penyampaian materi sesuai keinginan masyarakat Desa Sidokarto. Hasil pengabdian ini menjelaskan bahwa materi DM yang diinginkan masyarakat Sidokarto adalah: tanda dan gejala, pengobatan dan pencegahan DM.
Materi tersebut akan disampaikan kepada masyarakat melalui rumah sehat “Gendhis Jawi” yang dilakukan oleh kader. Selain itu, Kader juga membutuhkan pengetahuan tentang tata cara pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah dan pemeriksaan gula darah yang benar. Selama implementasi rumah sehat “Gendhis Jawi” didampingi oleh tim kesehatan Puskesmas Godean II Kecamatan Godean Kabupaten Sleman.
Hasil diskusi bersama antara Tim Pengabdian Masyarakat, Perangkat Desa, Kader dan Puskesmas menyimpulkan bahwa Pelaksanaan model rumah sehat “Gendhis Jawi” dilakukan di Padukuhan Sorolaten Kelurahan Sidokarto Kecamatan Godean Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Padukuhan tersebut merupakan salah satu padukuhan yang memiliki jumlah DM tertinggi di Desa Sidokarto. Pelatihan persiapan implementasi rumah sehat “Gendhis Jawi” dilaksanakan pada 31 Maret 2021 yang dikuti oleh lima belas peserta yang terdiri dari kader, dukuh dan penderita DM di Dukuh Sorolaten.
Metode pelatihan yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader adalah dengan cara diskusi kelompok. Sebelum diskusi kelompok, dokter menyampaikan materi secara tatap muka dan mendemonstrasikan tentang tata cara pemeriksaan glukosa darah. Materi langsung disampaikan oleh Dokter ahli dibidang pencegahan DM dan perilaku sehat. Dia adalah dosen Fakulatas Kedokteran UMY yang fokus pada penelitian pencegahan DM dan perubahan perilaku. Tujuan pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sehingga memiliki tingkat percaya diri yang tinggi dalam mendampingi masyarakat.
Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kader dapat membantu pemerintah dalam membiayai pasien akibat penyakit DM dan komplikasinya. Saat pelatihan seluruh partisipan memberikan respon positif dengan cara mendengarkan setiap materi yang disampaikan oleh expert. Sebagian besar peserta aktif mengajukan pertanyaan tentang faktor resiko DM dan upayaupaya untuk mengendalikan DM. Pelatihan yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan wawasan kader dan dukuh sehingga mampu menjamin keberlangsungan program Gendis Manis dengan baik.
Setiap Kader diberikan buku panduan yang berjudul Buku “Menuju Sehat Dan Mandiri”. Buku tersebut berisi materi-materi tentang DM yang dapat digunakan sebagai panduan setiap Kader ketika akan melaksanakan pendampingan maupun edukasi kepada masyarakat. Setelah pelatihan selesai, Kader melakukan demonstrasi pelaksanaan metode rumah sehat “Gendhis Jawi”. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada 7 April 2021 dan dihadari oleh sepuluh orang penderita DM.
Demonstrasi tersebut dilakukan dengan pendampingan tim dokter pengabdian Masyarakat dan Puskesmas Godean 2. Simulasi implementasi rumah sehat “Gendhis Jawi” dilakukan dengan cara membagi kedalam beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok tersebut ada kader yang akan bertanggung jawab di meja pendaftaran, meja pemeriksan tekanan darah, meja pemeriksaan glukosa darah, meja pemeriksaan lingkar perut dan berat badan serat meja skrining dan edukasi. Selama pelaksanaan kegiatan, Kader didampingi oleh dokter umum. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kegiatan simulasi rumah sehat “Gendhis Jawi”, menyimpulkan bahwa semua kader memahami tugas di setiap meja pemeriksaan.
Kader dan Masyarakat Dukuh Sorolaten mengatakan senang dengan adanya Rumah Gendhis Jawi karena masyarakat dapat melakukan pemeriksaan yang mudah dijangkau secara jarak. Pemantauan pasien DM melalui model rumah sehat “Gendhis Jawi” memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan peran aktif Kader, tenaga Kesehatan Puskesmas Godean 2, Kepala Dukuh, Kepala Desa dan masyarakat sekitar dalam melakukan pengendalian DM di lingkungan Kelurahan Sidokarto Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Model tersebut juga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melakukan pementauan DM dan komplikasinya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.