Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Peningkatan Kapasitas Guru SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta dalam Implementasi Pembelajaran Daring melalui "Mupat Belajar"./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Mariska Intan Sari, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Peningkatan Kapasitas Guru SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta dalam Implementasi Pembelajaran Daring melalui "Mupat Belajar".
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berlangsung di SMA Muhammadiyah Yogyakarta, April - Juli 2021 dan diikuti Tim IT, guru trainer, dan staff SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Peserta ada 19 orang, 3 tim IT sekolah, 10 guru trainer, dan 6 staff
Sebagai kelanjutan dari program pengabdian sebelumnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta melalui platform e-learning berbasis Moodle yang diberi nama Mupat Belajar. Dari hasil evaluasi dan needs analysis yang dilaksanakan sebelum Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan, didapatkan bahwa penggunaan fitur-fitur yang ada di Mupat Belajar belum digunakan secara maksimal oleh para guru sehingga kami masih berkomitmen untuk terus melaksanakan pendampingan terhadap Tim IT sekolah dan juga guru trainer yang telah ditunjuk sekolah sehingga kualitas pembelajaran daring di SMA Muh. 4 Yogyakarta bisa ditingkatkan.
Setelah melaksanakan FGD dengan Tim IT sekolah, Wakaur Pengajaran, dan guru trainer dari SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang muncul dalam implementasi pembelajaran daring melalui LMS Mupat Belajar, untuk mengetahui kebutuhan guru untuk LMS Mupat Belajar, dan untuk mengetahui fitur-fitur apa saja yang dapat ditambahkan di LMS Mupat Belajar sesuai dengan kebutuhan para guru, UMY kemudian melaksanakan pelatihan untuk Tim IT sekolah dan juga guru trainer, serta beberapa staf sekolah sehingga bisa memberikan pelatihan kepada guru-guru yang lain.
“Alhamdulillah kami sudah melaksanakan 4 kali pelatihan baik secara luring maupun daring. Pelatihan pertama kami laksanakan pada tanggal 22 April 2021 untuk 3 orang Tim IT sekolah, bertempat di kampus UMY. Pelatihan kedua kami laksanakan secara daring pada tanggal 4 Juni 2021, dan diikuti oleh 3 Tim IT sekolah, 10 guru trainer, dan 6 orang staf. Pelatihan ketiga dilaksanakan secara hybrid yaitu luring di sekolah dan daring pada tangal 9 Juni 2021. Pada tanggal 9 Juli, kami melaksanakan pelatihan khusus dengan Tim IT sekolah secara daring. Selain pelatihan, kami juga tetap mendampingi tim IT sekolah melalui WAG sehingga jika ada permasalahan terkait penggunaan Mupat Belajar dapat segera diatasi. Kami juga melakukan monitoring terhadap mata pelajaran daring yang ada di Mupat Belajar sehingga jika ada yang menurut kami perlu ditingkatkan kami bisa segera komunikasikan dengan tim IT sekolah ataupun guru trainer. Jadi meskipun program PKM ini telah selesai, kami tetap berkomunikasi melalui WAG yang ada,” kata Mariska.
Sunanik, guru SMA Muhammadiyah yang juga merupakan guru trainer, berkata, "Pengabdian ini sangat bermanfaat bagi SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta karena dapat membantu proses KBM di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta selama masa PJJ ini."
Kesimpulan dari pengabdian ini adalah sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya program pengabdian ini karena sekolah masih memerlukan platform pembelajaran daring terutama karena pandemi covid-19 ini masih berlanjut sehingga sekolah masih harus melaksanakan proses KBM secara daring. Sekolah masih perlu diberikan kesempatan untuk mempelajari dan menggunakan platform pembelajaran daring yang bisa dimanfaatkan untuk penunjang proses pembelajaran di sekolah.
Di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta ini kini telah dibuat satu platform pembelajaran daring yang diberi nama Mupat Belajar, dan platform ini sudah digunakan sejak awal tahun ajaran baru 2020/2021 ini. Saat ini sekolah sedang mempersiapkan seluruh mata pelajaran di Mupat Belajar sehingga bisa digunakan untuk menyambut tahun ajaran baru 2021/2022 ini. Hasil monitoring terhadap penggunaan Mupat Belajar pada semester genap tahun 2020/2021 lalu menunjukkan bahwa dari 85 kelas daring tersebut, sebagian besar sudah cukup bagus dan dikelola serta digunakan dengan baik oleh para guru. Meskipun demikian, pelatihan lanjutan masih tetap diperlukan oleh sekolah sehingga fitur-fitur yang saat itu belum digunakan bisa digunakan secara maksimal oleh para guru. Oleh karena itu, program pengabdian tahun ini dilaksanakan. Dari beberapa pelatihan yang kami laksanakan tahun ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru Mupat dalam menggunakan Mupat Belajar. Untuk tim IT sekolah, sekarang sudah lebih mumpuni dalam mengelola Mupat Belajar dan sudah mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan setiap penggantian semester. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.