Penuhi Gizi Santri dengan Mendorong Produksi Tempe

Media Digital
Media Digital Sabtu, 31 Juli 2021 12:37 WIB
Penuhi Gizi Santri dengan Mendorong Produksi Tempe

Nurvita Risdiana, S.Kep., Ns., M.Sc., dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pemanfaatan Tempe untuk Gizi dan Kesehatan Santri Pondok./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Nurvita Risdiana, S.Kep., Ns., M.Sc., dosen Program Studi  Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pemanfaatan Tempe untuk Gizi dan Kesehatan Santri Pondok.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di Pondok Pesantren Asy-Syfa\' Ganjuran Bantul dan diikuti 10 santri serta masyarakat sekitar.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar Pondok Asy-Syfa\' mampu memproduksi produk tempe untuk pemenuhan Gizi Santri,” kata Nurvita.

Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul adalah salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang secara struktural dikelola oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul yang bergerak pada ranah pendidikan dan sosial. Adapun unit usaha yang diselenggarakan meliputi Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Panti Asuhan, dan Unit Pengumpul Zakat Lembaga Zakat Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (UPZ LAZISMU) yang berperan sebagai penopang dana operasional utama.

Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul dirancang sebagai lembaga Pendidikan bercorak sosial untuk menampung kalangan santri yatim piatu, fakir, miskin, dan dhuafa tetapi memiliki keinginan untuk mendalami ilmu dengan baik. Data menyebutkan bahwa kurang lebih 70% santri berasal dari keluarga yang tidak mampu yang seluruh kebutuhannya masih bergantung kepada para donatur yang dihimpun melalui UPZ LAZISMU Asy-Syifa’. Ketahan pangan  guna memenuhi makanan bergizi untuk anak-anak di Pesantren Asy-Syifa’ memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Pesantren Asy-Syifa Muhammadiyah Bantul mengembangkan unit usaha ekonomi guna memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di Pesantren Asy-Sifa’ berupa produksi tempe yang dikelola secara mandiri dan sekaligus dapat meningkatkan kemampuan ekonomi

“Porduksi tempe mampu mencapai 15 kg per hari, selain dijual sisa produksi digunakan untuk kebutuhan makan santri,” ujar Nurvita. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online