YP Fest Perdana Tembus 15.000 Penonton, Akan Jadi Agenda Tahunan
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora
Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Perawatan Keluarga dengan Penyakit Tidak Menular./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Nina Dwi Lestari, dosen PSIK FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Perawatan Keluarga dengan Penyakit Tidak Menular.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di Puskesmas Bambanglipuro, 27 Mei 2021, dan diikuti 34 kader dan keluarga dengan penyakit tidak menular di wilayah Kelurahan Sumbermulyo.
“Tujuan kami memberikan edukasi dan pendampingan cara perawatan keluarga dengan Penyakit Tidak Menular (PTM),” kata Nina.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Tanggal 27 Mei 2021 di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambang Lipuro, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah melakukan koordinasi dengan Lurah, Puskesmas Bambang Lipuro dan Kader kesehatan setempat untuk pelaksanaan Kegiatan. Tahap kedua adalah pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan yang diberikan melalui ceramah dan diskusi. Kegiatan edukasi melibatkan tiga pemateri yaitu dari Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yaitu Nina Dwi Lestari, M.Kep.Ns.Sp.Kep.Kom, Dinasti Pudang Binoriang, M.Kep.Ns.Sp.Kep.Kom dan Dokter Penanggung jawab Program Penyakit Tidak Menular Puskesmas Bambang Lipuro. Selain itu terdapat 2 fasilitator yang mendampingi selama proses kegiatan yaitu Mahasiwa Prodi Ilmu Keperawatan, FKIK, UMY. Sebelum kegiatan dilaksanakan, dilakukan pretest pada seluruh peserta, selanjutnya di akhir kegiatan dilaksanakan postest.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan melakukan edukasi terhadap 34 keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit tidak menular (PTM). Edukasi dilaksanakan dengan tatap muka langsung di Aula Puskesmas Bambang Lipuro dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Edukasi berisi tentang Konsep Penyakit Tidak Menular (PTM) meliputi definisi, jenis-jenis, factor risiko, tanda gejala, komplikasi, pencegahan dan penatalaksanaan. Kegiatan dilanjutkan dengan mengajarkan cara-cara pentalaksanaan PTM dengan terapi-terapi yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah, seperti memodifikasi makanan yang sesuai untuk penderita DM, hipertensi dan Ginjal, mengajarkan kapan waktunya keluarga harus membawa pasien segera ke pelayanan kesehatan dengan mengenalkan tanda dan gejala kegawatdaruratan. Selain itu keluarga dibekali cara-cara untuk melakukan monitoring mandiri kondisi kesehatan selama pandemic Covid-19, sehingga tetap dapat memantau kondisi pasien meskipun tidak sering ke pelayanan kesehatan. Penekanan materi yang diberikan adalah tentang bagaimana keluarga dapat melaksanakan tugas kesehatan keluarga dalam merawat pasien dengan PTM di rumah. Beberapa peserta yang memiliki keluarga dengan PTM juga berperan sebagai kader kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang perawatan PTM pasca dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren