Penyatuan Potensi Jadi Tantangan Jogja Smart Province
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.
Istimewa
SEMARANG–PLN Group berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Industri Demak, Jawa Tengah. Komitmen ini diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (UID Jateng & DIY) dan Kawasan Industri Demak, PLN akan menyalurkan listrik sebesar 20 Mega Volt Ampere (MVA).
BACA JUGA: Bulog Kanwil Yogyakarta Mulai Suplai Beras ke Koperasi Merah Putih
Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh General Manager PLN UID Jateng & DIY, Sugeng Widodo dan Direktur Utama Kawasan Industri Demak, Wulan Rudy Prasetiyo. Turut hadir dan menyaksikan, EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise (APR) Nayusrizal, dan Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus Joice Lanny Wantania sebagai bentuk sinergi solusi bisnis terintegrasi yang diinisiasi oleh PLN Group.
Saat ini PLN UID Jateng & DIY telah menyalurkan listrik sebesar 4.502.452,86 Mega Watt (MW) untuk sektor Industri yang berada di Provinsi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta. Jumlah tersebut sebesar 25,62 % dari total pemakaian listrik se-Jateng & DIY.
Direktur Utama Kawasan Industri Demak, Wulan Rudy Prasetiyo menyampaikan terimakasih bahwa Kerjasama ini dapat berjalan lancar dan membantu percepatan agenda launching yang akan dilaksanakan bulan depan.
”Kami berterimakasih dengan proses dan pelayanan yang cepat dari PLN, serta melalui MoU bersama PLN ini harapannya Kawasan Industri Demak dapat menjadi Kawasan Industri eksisting di Demak serta membantu Jawa Tengah lebih maju”, ujar Wulan Rudy.
EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise, Nayusrizal, menjelaskan bahwa PLN terus mendukung penuh pertumbuhan investasi di wilayah Jateng dan D.I Yogyakarta baik pelayanan kelistrikan dan beyond kelistrikan.
“Dengan adanya MoU Penyediaan Tenaga Listrik ini, PLN Group menyatakan kesiapannya dalam mendukung kebutuhan kelistrikan khususnya yang ada di Kawasan Industri Demak. Saat ini PLN Group memiliki 5 cluster services beyond hingga scada logistic dengan 41 produk layanan yang telah berjalan. Kolaborasi ini juga harus dibangun antara PLN dan pengelola Kawasan, Pengelola Kawasan menyiapkan sarana dan prasarana terbaik untuk menarik minat investor, dan PLN menyiapkan infrastuktur kelistrikan yang dibutuhkan”, jelas Nayusrizal.
Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UID Jateng dan DIY, Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa PLN Group akan mendukung ketersediaan pasokan listrik dan pelayanan berkelanjutan bagi sektor industri khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
“PLN Bersama PLN Group memberikan komitmen Integrated Business Solution yang juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam mendorong kemudahan serta meningkatkan perekonomian Industri. Tidak hanya di sektor Listrik, namun juga di bidang pelayanan Digital, Logistik, Pro-Hire tenaga kerja hingga asuransi kelistrikan”, jelas Sugeng Widodo.
Sementara itu Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania menyambut baik MoU antara PLN dengan Kawasan Industri Demak dan berkesempatan menjelaskan program-progam unggulan di Icon Plus.
“PLN Icon Plus siap membantu Kawasan Industri Demak untuk menciptakan Kawasan Industri yang Green, serta memenuhi kebutuhan Solusi Connectivity Services, Digital Solution dan Electricity Related Business sesuai dengan kebutuhan pelanggan”, pungkas Joice.
Penyelenggaraan ini juga menyatakan bahwa PLN dan PLN Group tidak hanya berkontribusi melaui penyediaan infrastruktur kelistrikan, namun juga membangun kerja sama yang kuat untuk mendukung industrialisasi yang lebih maju.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.
Fitriani/Fadona meraih perak padel putri Asian Games 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang dengan skor 3-6, 4-6.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
UGM mencatat 35 komersialisasi paten dengan nilai royalti Rp15 miliar, tertinggi di Indonesia, disusul ITB dan IPB.
Komdigi menegaskan tak semua paket internet wajib rollover, tetapi sisa kuota harus tetap dilindungi tanpa biaya tambahan.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.