Milad ke-29 MAN 5 Sleman: Resmikan Sasana Krida Wiyata
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Plt. Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Aris Eko Nugroho (kanan) bersama Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati mengunjungi salah satu stan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Jogja, Kamis (31/7). Harian Jogja/Yosef Leon
JOGJA—Pemda DIY menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan generasi anak yang sehat, berkarakter, dan cinta tanah air.
Kegiatan puncak digelar meriah dengan melibatkan berbagai forum anak, sekolah, dan lembaga pemerintahan di Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Jogja, Kamis (31/7/2025).
BACA JUGA: Ini Sejarah Hari Anak 23 Juli, Ternyata Pernah Diperingati pada 6 Juni
Plt. Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Aris Eko Nugroho menyampaikan HAN yang diperingati setiap 23 Juli merupakan momen pengingat bahwa anak adalah cermin masa depan bangsa.
"Anak-anak Jogja yang kita banggakan harus tumbuh menjadi pribadi religius, cinta tanah air, disiplin, kreatif, dan bermartabat. Di tengah gempuran budaya asing, peran keluarga dan lingkungan menjadi kunci untuk membentuk karakter anak," katanya, Kamis.
Aris juga menyoroti dampak negatif era globalisasi yang membuat anak-anak lebih mengenal budaya asing ketimbang budaya lokal, termasuk menurunnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta bahasa daerah. "Oleh karena itu, kita perlu mendampingi anak-anak secara interaktif," ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati menjelaskan peringatan HAN tahun ini secara nasional mengangkat tema Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045. Sementara di DIY, peringatan HAN 2025 mengambil tema Hamemangun Hambeg Patraping Siwi Mahanani Raharjaning Nagari.
Tema itu, kata Erlina, menjadi pengingat bahwa membentuk karakter positif anak sejak sekarang, menjadi upaya untuk memastikan kesejahteraan bangsa di masa yang akan datang. “Perlindungan dan pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab semua pihak, tanpa terkecuali,” ujar Erlina.
Dia pun merinci puluhan program yang digelar sepanjang peringatan HAN, mulai dari edukasi sejarah, pelatihan keterampilan, sosialisasi kesehatan, hingga kegiatan seni dan olahraga.
Selain itu, seluruh sekolah di DIY juga menggelar upacara HAN serentak pada 23 Juli dengan agenda pembacaan pesan Gubernur kepada anak-anak dan penyampaian suara anak dari masing-masing sekolah.
Erlina juga sempat memberikan apresiasinya terhadap pemerintah kabupaten/kota di DIY yang telah berupaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di wilayah mereka masing-masing.
“Melalui pengembangan KLA, saya harap seluruh komponen pembangunan, dapat berkontribusi secara maksimal, dalam upaya pemenuhan hak anak secara terpadu dan berkelanjutan,” kata dia.
KLA, diakuinya menjadi strategi penting bagi visi Pemda DIY untuk mewujudkan peningkatan kemuliaan martabat manusia. “Masyarakat Jogja yang bermartabat dibentuk anak-anak yang berdaya saing untuk maju, saling toleran, tenggang rasa, santun, menjunjung tinggi kejujuran, serta saling berbagi dalam kebersamaan.” (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.