Film Istimewa Gelar Special Screening, KOL dan Penonton Saksikan Awal
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Aris Eko Nugroho (ketiga kiri), saat menjadi narasumber dalam Rembag Kaistimewan bertajuk Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut Hamengku Buwono Cup 2025, Selasa (26/8)/ Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut Hamengku Buwono Cup 2025 kembali digelar. Paniradya Kaistimewan mendorong adanya peningkatan ekonomi masyarakat dalam perlombaan tersebut.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, menyampaikan selama ini ada ratusan pembudidaya dan penghobi perkutut di Jogja. Menurutnya, kualitas perkutut yang dibudidayakan di Jogja termasuk jenis unggul. Oleh karena itu, menurut Aris, keberadaan perlombaan perkutut tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain itu, kata dia, perlombaan tersebut melibatkan banyak ekosistem, antara lain keberadaan pembudidaya burung, perajin sangkar, dan sejumlah pelaku UMKM. “Ini bisa membuat perekonomian bergerak, tidak sekadar burung [yang menggerakkan ekonomi],” katanya dalam Rembag Kaistimewan bertajuk Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut Hamengku Buwono Cup 2025, Selasa (26/8).
BACA JUGA: Pembayaran Tol di Sentolo Tertinggi Rp5,9 Miliar
Selama setahun, kata dia, ada enam kegiatan lain yang juga merupakan ajang perlombaan burung di DIY. Hal tersebut selaras dengan Hamemayu Hayuning Bawono dengan memanfaatkan potensi alam yang ada dan mengembalikan potensi tersebut ke alam.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Iwan Pramana menyampaikan perlombaan merupakan suatu perlombaan yang bergengsi untuk melestarikan budaya Jawa.
“Hal terpenting adalah melestarikan budaya dan fauna lokal, menguatkan kapasitas komunitas penyelenggara dan upaya agar wisata budaya dapat ditingkatkan melalui atraksi seni budaya yang ada dalam kompetisi ini,” katanya.
Kegiatan ini menurutnya juga didukung dengan Dana Keistimewaan (Danais) karena kegiatan tersebut dilakukan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pula.
Ketua Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) DIY, Ignatius Susriyanta menambahkan sistem perlombaan tersebut digelar dalam empat babak. Dalam perlombaan tersebut yang dinilai antara lain kualitas suara perkutut, dan irama suara tersebut.
“Kualitas suara [perkutut] yang akan dinilai,” katanya. Ajang Diplomasi Pemerhati Pariwisata, Ike Janita Dewi mengatakan burung perkutut merupakan spesies burung yang menjadi simbol persahabatan antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Kerajaan Siam di Thailand. Hal tersebut, kata dia, merupakan ajang diplomasi kebudayaan antara kedua negara tersebut.
“Budaya tidak hanya diuri-uri tetapi juga berdampak ke kehidupan masyarakat, antara lain dalam bidang pariwisata dan ekonomi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,
Terlalu sering scroll media sosial dapat mengganggu konsentrasi, tidur, produktivitas, hingga kesehatan mental. Simak 13 dampaknya.
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.