Film Istimewa Gelar Special Screening, KOL dan Penonton Saksikan Awal
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara General Manager PLN UID Jateng DIY, Bramantyo Anggun Pambudi dengan Ketua HIPMI Jateng, Teddy Agung Tirtayadi/ Istimewa
SEMARANG-Memanfaatkan momentum Hari Pahlawan, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menandatangani Nota Kesepahaman dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah dan HIPMI D.I. Yogyakarta pada Senin (10/11). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat strategi bersama dalam pengembangan ekosistem usaha, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi daerah.
General Manager PLN UID Jateng dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa lahir dari keberanian berkolaborasi.
“Semangat para pahlawan kini kita lanjutkan melalui kerja sama yang memperkuat daya saing, membuka peluang investasi, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
PLN memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung dinamika ekonomi Jateng dan DIY. Hingga September 2025, PLN melayani lebih dari 14 juta pelanggan dengan kapasitas daya tersambung 21.762 Mega Volt Ampere (MVA) dan cadangan daya mencapai 3.658 megawatt (MW) atau sekitar 40 persen dari beban puncak. Ketersediaan ini menempatkan wilayah Jateng dan DIY dalam posisi strategis untuk memperluas industri baru.
Pertumbuhan signifikan pada kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dan Jatengland Industrial Park Sayung menunjukkan tingginya kebutuhan energi dan potensi ekonomi yang terus berkembang.
Ketua Bidang V Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, memberikan apresiasi atas langkah bersama ini.
“Di Hari Pahlawan, kita melihat PLN melahirkan pahlawan ekonomi. Karena pahlawan masa kini adalah para pengusaha. PLN dan HIPMI berjalan bersama, yang bertugas di BUMN maupun di sektor swasta memiliki tujuan yang sama, yaitu mendorong perekonomian,” ujarnya.
Dalam acara yang turut dihadiri Ketua HIPMI Jawa Tengah, Teddy Agung Tirtayadi, dan Ketua HIPMI D.I. Yogyakarta, Ekawati Rahayu Putri, Anthony menyampaikan bahwa MoU ini diharapkan membawa manfaat nyata.
“HIPMI harus menjadi alat perjuangan kita. Jangan sampai pengusaha kita stunting. HIPMI hadir agar pengusaha kecil bisa naik menjadi menengah, menengah menjadi besar, dan terus berkembang.” Tambahnya.
Melalui MoU ini, PLN dan HIPMI berkomitmen memperkuat sinergi dalam pengembangan strategi bisnis, penguatan rantai pasok, peningkatan kualitas SDM, serta program sosial dan lingkungan. Kesepakatan ini menjadi fondasi bagi pengembangan model bisnis bersama dan inisiatif komersial yang lebih terukur.
“Kolaborasi ini kami harapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan energi yang andal dan keberanian pelaku usaha, percepatan ekonomi daerah dapat terwujud,” tutup Bramantyo. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.