Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Ketua Umum Yastroki, Mayjen (Purn). Dr. dr. Tugas Ratmono, SpS (tengah) saat peringatan HUT ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026).
JAKARTA—Kasus stroke yang terus meningkat dari tahun ke tahun memicu keprihatinan serius. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menilai kondisi ini sudah menjadi bencana kemanusiaan yang menelan banyak korban jiwa maupun kerugian ekonomi. Pemerintah diminta segera menetapkan kebijakan nasional untuk memperkuat sistem penanganan stroke di seluruh daerah.
Ketua Umum Yastroki, Mayjen (Purn). Dr. dr. Tugas Ratmono, SpS, menegaskan bahwa stroke bukan sekadar penyakit, melainkan ancaman besar yang perlu ditangani melalui intervensi kebijakan. Menurutnya, setiap rumah sakit wajib memiliki fasilitas pertolongan, pengobatan, dan pemulihan bagi penderita stroke.
"Komitmen Yastroki sejak awal berdiri hingga ke depan adalah meningkatkan kepedulian berbagai elemen masyarakat melalui kolaborasi demi pencegahan, penanggulangan, serta pemulihan penderita," ujar Tugas Ratmono saat peringatan HUT ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026).
Target Sejuta Aktivis Penolong Stroke
Ke depan, Yastroki akan memperluas jangkauan gerak melalui pembentukan cabang di berbagai daerah. Organisasi ini juga berencana membagikan 1.000 kursi roda serta menggerakkan aktivis terlatih dalam pencegahan dan pertolongan stroke. Targetnya ambisius: melibatkan satu juta orang di lingkungan RT/RW pedesaan dan perkotaan di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan “Indonesia ramah stroke” di masa mendatang.
Penghargaan RS Ramah Stroke
Dalam kesempatan yang sama, Yastroki memberikan sertifikat penghargaan kepada sejumlah rumah sakit yang dinilai memiliki pelayanan ramah stroke, terutama dalam aspek pertolongan, pengobatan, dan pemulihan.
Daftar fasilitas kesehatan yang menerima penghargaan antara lain RSPAD Gatot Subroto, RSCM, RS PON, RS Islam Cempaka Putih, RS Primaya Bekasi Timur, RS Mandaya Kebon Jeruk dan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Yastroki juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup CERDIK untuk mencegah stroke yakni C — cek kesehatan rutin, E — enyahkan asap rokok, R — rajin aktivitas fisik, D — diet seimbang, I — istirahat cukup dan K — kelola stres.
Biaya Penanganan Stroke Kian Membengkak
Beban ekonomi akibat stroke terus menanjak. Berdasarkan data yang dihimpun Yastroki, BPJS Kesehatan menghabiskan sekitar Rp2,8 triliun pada 2022, dan melonjak menjadi Rp5,2 triliun pada 2023 hanya untuk penanganan stroke.
Angka tersebut belum termasuk beban biaya rumah tangga yang merawat anggota keluarga penderita stroke, mulai dari kebutuhan harian hingga hilangnya produktivitas kerja.
Secara prevalensi, jumlah penderita stroke juga meningkat. Pada 2013, angkanya mencapai 7 per 1.000 penduduk. Lima tahun kemudian naik menjadi 10,9 per 1.000 penduduk dan terus meningkat hingga kini. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.