Libur Sekolah, UMKM Jogja Bidik Omzet Naik 70 Persen
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Suasana bedah buku berjudul Cerdas Mengolah Sampah Mandiri bersama Komunitas yang digelar di Balai Perdukuhan Banaran VIII, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Rabu (25/2/2026).
GUNUNGKIDUL-Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Cerdas Mengolah Sampah Mandiri bersama Komunitas di Balai Perdukuhan Banaran VIII, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Rabu (25/2/2026). Dengan membaca buku ini, warga diharapkan bisa mendapatkan solusi mengatasi masalah sampah bersama dengan kelompok komunitas.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan, bedah buku yang digelar tidak hanya untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi peserta. Tetapi juga sebagai upaya untuk mengatasi persoalan di masyarakat berkaitan dengan pengolahan sampah. “Harapannya setelah bedah buku bisa memberikan inspirasi agar sampah dapat dikelola sehingga tidak menjadi masalah kelak di kemudian hari,” kata Gus Im, sapaan akrabnya saat ditemui di sela-sela acara bedah buku, Rabu siang.
Menurut dia, acara bedah buku yang diselenggarakan dengan DPAD DIY tidak hanya untuk memberikan tambahan pengetahuan di masyarakat. Program ini diharapkan juga bisa meningkatkan minat baca yang masih rendah. “Masih butuh ditingkatkan minat baca masyarakat. Kalau dibandingkan dengan orang luar negeri, maka masih jauh tertinggal jadi harapannya dengan bedah buku, maka minat literasi bisa ikut ditingkatkan,” katanya.
Senada, Pustakawan Utama DPAD DIY, Budiyono, membenarkan bahwa program bedah buku menjadi bagian untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Menurut dia, secara nasional angka gemar membaca di DIY lebih tinggi. Hal ini terlihat dari data literasi yang ada karena di tingkat nasional dari 1.000 orang, yang rutin membaca hanya satu orang. Sedangkan di DIY, persentasenya lebih baik karena dari 1.000 penduduk, ada 49 orang yang gemar membaca.
Terkait dengan isi buku yang dibedah, menurut Budiyono, sampah tidak hanya jadi sumber masalah, tetapi juga dapat menjadi berkah. Dalam bedah buku ini, masyarakat diajari agar sampah tidak menjadi masalah, namun bisa mendatangkan keuntungan. “Karena dengan membaca buku, bisa berkarya dan melalui karya maka bisa lebih sejahtera. Mudah-mudahan dengan bedah buku ini, masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara mengolah yang bisa menjadi berkah,” katanya.
Salah seorang peserta bedah buku, Sri Wahyuni mengaku senang dengan program ini. dia mengaku bisa mendapatkan wawasan yang baru berkaitan dengan cara pengolahan sampah yang baik dan benar. “Tidak hanya pengetahuan yang bertambah, tapi juga bisa dipraktikan untuk membuat lingkungan lebih bersih dan terhindar dari masalah sampah,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.