Literasi Didorong di Tengah Lonjakan Risiko Investasi
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.
Suasana bedah buku berjudul Cerdas Mengolah Sampah Mandiri bersama Komunitas yang digelar di Balai Perdukuhan Banaran VIII, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Rabu (25/2/2026).
GUNUNGKIDUL-Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Cerdas Mengolah Sampah Mandiri bersama Komunitas di Balai Perdukuhan Banaran VIII, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Rabu (25/2/2026). Dengan membaca buku ini, warga diharapkan bisa mendapatkan solusi mengatasi masalah sampah bersama dengan kelompok komunitas.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan, bedah buku yang digelar tidak hanya untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi peserta. Tetapi juga sebagai upaya untuk mengatasi persoalan di masyarakat berkaitan dengan pengolahan sampah. “Harapannya setelah bedah buku bisa memberikan inspirasi agar sampah dapat dikelola sehingga tidak menjadi masalah kelak di kemudian hari,” kata Gus Im, sapaan akrabnya saat ditemui di sela-sela acara bedah buku, Rabu siang.
Menurut dia, acara bedah buku yang diselenggarakan dengan DPAD DIY tidak hanya untuk memberikan tambahan pengetahuan di masyarakat. Program ini diharapkan juga bisa meningkatkan minat baca yang masih rendah. “Masih butuh ditingkatkan minat baca masyarakat. Kalau dibandingkan dengan orang luar negeri, maka masih jauh tertinggal jadi harapannya dengan bedah buku, maka minat literasi bisa ikut ditingkatkan,” katanya.
Senada, Pustakawan Utama DPAD DIY, Budiyono, membenarkan bahwa program bedah buku menjadi bagian untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Menurut dia, secara nasional angka gemar membaca di DIY lebih tinggi. Hal ini terlihat dari data literasi yang ada karena di tingkat nasional dari 1.000 orang, yang rutin membaca hanya satu orang. Sedangkan di DIY, persentasenya lebih baik karena dari 1.000 penduduk, ada 49 orang yang gemar membaca.
Terkait dengan isi buku yang dibedah, menurut Budiyono, sampah tidak hanya jadi sumber masalah, tetapi juga dapat menjadi berkah. Dalam bedah buku ini, masyarakat diajari agar sampah tidak menjadi masalah, namun bisa mendatangkan keuntungan. “Karena dengan membaca buku, bisa berkarya dan melalui karya maka bisa lebih sejahtera. Mudah-mudahan dengan bedah buku ini, masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara mengolah yang bisa menjadi berkah,” katanya.
Salah seorang peserta bedah buku, Sri Wahyuni mengaku senang dengan program ini. dia mengaku bisa mendapatkan wawasan yang baru berkaitan dengan cara pengolahan sampah yang baik dan benar. “Tidak hanya pengetahuan yang bertambah, tapi juga bisa dipraktikan untuk membuat lingkungan lebih bersih dan terhindar dari masalah sampah,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.