Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Suasana bedah buku berjudul Menang Sekejap Lost Forever di Perdukuhan Pengkol 2, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Selasa (10/3/2026). Harian Jogja/David Kurniawan
GUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar kegiatan bedah buku di Balai Perdukuhan Pengkol 2, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Selasa (10/3/2026). Adapun judul buku yang dibedah adalah Menang Sekejap Lost Forever.
“Stop dan jauhi main judi online,” kata anggota DPRD DIY, Purwanto, saat menjadi narasumber, Selasa siang.
Menurut dia, judi online (judol) lebih berbahaya ketimbang judi biasa. Pasalnya, sistem yang digerakkan oleh mesin komputer membuat hampir tidak ada celah untuk bisa mengalahkannya.
“Berbeda kalau yang dilawan manusia, bisa lelah. Tetapi kalau mesin, maka tidak akan bisa menang,” katanya.
Purwanto mengungkapkan, kemenangan dalam judol sejatinya sudah diatur sedemikian rupa sebagai bentuk pancingan agar warga menjadi kecanduan untuk bermain terus-menerus.
“Ini harus diberantas karena sudah banyak yang menjadi korban. Harta benda yang dimiliki habis tak tersisa,” katanya.
Menurut dia, judol tidak hanya menghabiskan harta benda, tetapi juga dapat menjerat pemain pada pinjaman online (pinjol). Hal ini terjadi karena pemain sudah kecanduan sehingga ingin terus bermain.
Lantaran modal sudah habis, sebagian orang akhirnya menempuh cara meminjam uang secara online.
“Ujung-ujungnya bisa berutang hingga ratusan juta rupiah. Kalau sudah begini, maka sangat menyengsarakan. Jadi harus ada upaya pencegahan dan warga juga harus ikut berperan karena judi online sudah menjadi penyakit masyarakat yang harus diberantas,” katanya.
Oleh karena itu, melalui bedah buku yang digelar DPAD DIY bersama DPRD DIY, masyarakat diharapkan semakin teredukasi terkait bahaya judol.
“Bedah buku juga menjadi bagian untuk meningkatkan minat baca di masyarakat,” katanya.
Salah seorang peserta bedah buku, Rochmita Sari, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh karena menambah wawasan dan pengetahuan.
Sesuai dengan tema buku yang dibedah berkaitan dengan judol, ia mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait bahaya perjudian tersebut.
Dia pun sepakat bahwa judol harus diberantas karena sudah memakan banyak korban di lingkungan sekitar rumahnya.
“Sudah sangat meresahkan. Dengan tidak ikut dalam pusaran judol,” kata warga Perdukuhan Pengkol 2 itu.
Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan tahun ini bedah buku menyasar 200 titik di DIY. Kali ini, kata dia, buku yang dipilih sengaja bertema judol. “Karena kami mendapatkan informasi bahwa ada warga di sini yang terjerat judol,” kata dia.
Diakuinya, upaya meningkatkan literasi di masyarakat bukan tanpa alasan. Melalui membaca buku, diharapkan literasi masyarakat meningkat sehingga muncul pengetahuan dan kesadaran bahwa judol berdampak buruk bagi kehidupan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.