Duet Serasi Fitur Grand Vitara, Santai Hadapi Macet di Tanjakan
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
DPAD DIY dan DPRD DIY gelar bedah buku stunting di Gunungkidul untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak. /Harian Jogja-David Kurniawan.
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar kegiatan bedah buku, Rabu (11/3). Dalam kegiatan yang digelar di Balai Perdukuhan Warung, Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul itu, buku yang dibedah berjudul Stunting pada Anak: Pendekatan Keperawatan Berbasis Keluarga dan Komunitas.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan stunting yang menjadi program prioritas milik Pemda DIY.
“Salah satu upaya yang dilakukan dengan program bedah buku ini,” kata dia, Rabu siang.
Lewat bedah buku ini, dia berharap masyarakat bisa memahami dan mengerti ihwal masalah stunting, baik ciri-cirinya maupun langkah pencegahan dan penanggulangannya.
“Stunting ini berkaitan erat dengan tumbuh kembang anak. Tetapi yang perlu diingat, stunting bisa dicegah sejak anak dalam kandungan,” kata Purwanto.
Menurut dia, untuk mencegah anak tumbuh stunting bisa dilakukan dengan memastikan asupan gizi terpenuhi dengan baik. Hal ini berlaku bagi ibu hamil maupun bayi yang baru lahir. “Untuk bayi bisa didukung dengan Air Susu Ibu [ASI] eksklusif,” katanya.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan gizi juga tidak perlu mahal karena bisa dipenuhi dari lingkungan sekitar rumah. Sebagai contoh, budi daya ikan lele dapat membantu memberikan gizi yang baik bagi anak atau melalui asupan telur ayam yang dipelihara sendiri.
“Jadi banyak bahan pangan di sekitar rumah yang bisa dimanfaatkan dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.
Ditambahkan Purwanto, bedah buku ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan stunting, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat yang masih tergolong rendah.
Senada, Pustakawan Utama DPAD DIY, Budiyono, menambahkan bahwa urusan stunting tidak bisa hanya diserahkan kepada kader kesehatan.
Menurut dia, keluarga dan lingkungan sekitar juga memiliki peran besar. “Karena anak-anak kita tumbuh setiap hari di rumah dan di tengah masyarakat,” kata dia.
Itulah sebabnya, lewat bedah buku ini masyarakat dapat belajar bersama, sehingga pengetahuan tentang pencegahan stunting tidak hanya berhenti di buku, tetapi benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apalagi menurut informasi Bapak Dewan [Purwanto], wilayah Karangmojo ini angka stuntingnya relatif masih tinggi.”
Salah seorang peserta bedah buku, Riyana Kusumaningrum, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Pasalnya, buku yang dibahas memberikan pengetahuan berkaitan dengan pencegahan stunting pada anak.
“Jelas bermanfaat karena lewat buku ini bisa mengetahui ciri anak tumbuh stunting dan cara mencegahnya,” kata Riyana. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.