UKDW Masuk Top 100 WURI 2026
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Launching Shelter Gojek Instant di Terminal Giwangan, Rabu (12/3/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA— Penumpang bus di Terminal Giwangan kini dapat lebih mudah melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi daring. Gojek resmi meluncurkan Shelter Gojek Instan yang terintegrasi langsung di dalam kawasan terminal pada Rabu (12/3/2026).
Area Head Gojek Yogyakarta Arfiansyah Arfi mengatakan fasilitas tersebut merupakan upaya mengintegrasikan layanan transportasi digital dengan moda transportasi publik di Yogyakarta.
“Launching dari Shelter Gojek Instan ini merupakan salah satu inisiatif kami untuk mengkolaborasikan layanan transportasi digital dengan transportasi publik,” ujar Arfi saat peresmian di Terminal Giwangan.
Permudah Penumpang Bus
Menurut Arfiansyah, selama ini penumpang bus kerap mengalami kesulitan menentukan titik temu dengan mitra pengemudi ojek online setelah turun dari bus. Kondisi tersebut membuat penumpang harus berjalan keluar area terminal untuk mencari kendaraan lanjutan.
Situasi itu juga kerap memicu penumpukan kendaraan di sekitar kawasan terminal.
“Ketika customer turun dari bus, biasanya mereka bingung menentukan titik temu dengan driver. Akhirnya mereka keluar dari area terminal untuk mencari transportasi lanjutan dan terjadi penumpukan kendaraan,” katanya.
Dengan hadirnya Shelter Gojek Instan, penumpang kini dapat langsung menuju titik temu resmi dengan mitra pengemudi tanpa harus keluar dari area terminal.
Lokasi Strategis di Area Terminal
Shelter tersebut ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh penumpang. Fasilitas itu berada di bagian depan terminal sehingga dapat langsung terlihat saat penumpang turun dari bus.
Selain itu, pihak Gojek juga menyiapkan sejumlah penanda visual sebagai panduan navigasi agar penumpang lebih mudah menemukan titik penjemputan tersebut.
“Lokasinya sangat strategis, ada di depan. Jadi ketika penumpang turun dari bus bisa langsung menemukan shelter kami,” ujarnya.
Pertama di Terminal Jogja
Arfiansyah menambahkan, fasilitas ini menjadi shelter pertama Gojek yang berada di terminal bus di wilayah Yogyakarta. Sebelumnya konsep serupa telah diterapkan di sejumlah titik transportasi lain seperti stasiun kereta api dan bandara.
Ke depan, Gojek berharap konsep shelter terintegrasi ini dapat diperluas ke berbagai simpul transportasi publik lainnya.
“Harapannya konsep ini bisa berkembang ke beberapa titik transportasi umum lain, tidak hanya di terminal, tetapi juga di stasiun, bandara, dan lokasi transportasi publik lainnya,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.
Manajemen PSIM Jogja mengaku ingin kembali ke Stadion Mandala Krida, namun renovasi diperkirakan belum selesai musim depan.
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.