Milad ke-29 MAN 5 Sleman: Resmikan Sasana Krida Wiyata
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Launching Shelter Gojek Instant di Terminal Giwangan, Rabu (12/3/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA— Penumpang bus di Terminal Giwangan kini dapat lebih mudah melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi daring. Gojek resmi meluncurkan Shelter Gojek Instan yang terintegrasi langsung di dalam kawasan terminal pada Rabu (12/3/2026).
Area Head Gojek Yogyakarta Arfiansyah Arfi mengatakan fasilitas tersebut merupakan upaya mengintegrasikan layanan transportasi digital dengan moda transportasi publik di Yogyakarta.
“Launching dari Shelter Gojek Instan ini merupakan salah satu inisiatif kami untuk mengkolaborasikan layanan transportasi digital dengan transportasi publik,” ujar Arfi saat peresmian di Terminal Giwangan.
Permudah Penumpang Bus
Menurut Arfiansyah, selama ini penumpang bus kerap mengalami kesulitan menentukan titik temu dengan mitra pengemudi ojek online setelah turun dari bus. Kondisi tersebut membuat penumpang harus berjalan keluar area terminal untuk mencari kendaraan lanjutan.
Situasi itu juga kerap memicu penumpukan kendaraan di sekitar kawasan terminal.
“Ketika customer turun dari bus, biasanya mereka bingung menentukan titik temu dengan driver. Akhirnya mereka keluar dari area terminal untuk mencari transportasi lanjutan dan terjadi penumpukan kendaraan,” katanya.
Dengan hadirnya Shelter Gojek Instan, penumpang kini dapat langsung menuju titik temu resmi dengan mitra pengemudi tanpa harus keluar dari area terminal.
Lokasi Strategis di Area Terminal
Shelter tersebut ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh penumpang. Fasilitas itu berada di bagian depan terminal sehingga dapat langsung terlihat saat penumpang turun dari bus.
Selain itu, pihak Gojek juga menyiapkan sejumlah penanda visual sebagai panduan navigasi agar penumpang lebih mudah menemukan titik penjemputan tersebut.
“Lokasinya sangat strategis, ada di depan. Jadi ketika penumpang turun dari bus bisa langsung menemukan shelter kami,” ujarnya.
Pertama di Terminal Jogja
Arfiansyah menambahkan, fasilitas ini menjadi shelter pertama Gojek yang berada di terminal bus di wilayah Yogyakarta. Sebelumnya konsep serupa telah diterapkan di sejumlah titik transportasi lain seperti stasiun kereta api dan bandara.
Ke depan, Gojek berharap konsep shelter terintegrasi ini dapat diperluas ke berbagai simpul transportasi publik lainnya.
“Harapannya konsep ini bisa berkembang ke beberapa titik transportasi umum lain, tidak hanya di terminal, tetapi juga di stasiun, bandara, dan lokasi transportasi publik lainnya,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.