Badan Mutu KKP Yogyakarta-BBPOM Sinergi Jaga Mutu dan Keamanan Produk Perikanan
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik (berdiri) saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Usaha Berternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Widoro Wetan, Bunder, Patuk, Jumat (17/4)./ David Kurniawan
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mendorong masyarakat untuk terus berupaya menambah penghasilan lewat usaha sampingan agar kesejahteraan dapat terus ditingkatkan.
Hal ini diungkapkan saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Usaha Berternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Widoro Wetan, Bunder, Patuk, Jumat (17/4). “Lewat beternak ayam ini, kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan karena prospeknya bagus,” kata Gus Im, sapaan akrabnya. Dia menjelaskan ada beberapa kunci sukses untuk beternak ayam yang bisa dipanen dalam dua bulan ini. Pertama, berkaitan dengan pemilihan bibit unggul yang didukung proses pembuatan kandang yang representatif.
Selanjutnya menyangkut masalah ketersediaan pakan yang harus mencukupi selama masa pemeliharaan. Di sisi lain, pemasaran terhadap ternak yang dihasilkan juga tidak boleh dikesampingkan. “Mudah-mudahan buku ini bisa memberikan manfaat. Sesuai dengan tagline Mari Membaca, Mari Berkarya, maka lewat bedah buku ini bisa memberikan inspirasi ke masyarakat,” katanya.
Gus Im menambahkan kegiatan bedah buku yang digelar tidak hanya memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan berkaitan dengan ternak ayam kampung super.
Bedah buku juga menjadi bagian dari upaya Pemda DIY dan DPRD guna meningkatkan minat baca di masyarakat. Ia tidak menampik, ketertarikan masyarakat DIY untuk membaca sudah bagus, tapi ke depannya masih butuh ditingkatkan. “Harapannya dengan bedah buku ini, minat baca dapat terus ditingkatkan.
Yang lebih penting lagi juga untuk menambah pengetahuan dan wawasan,” katanya. Hal senada diungkapkan oleh Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto. Menurut dia, gerakan literasi untuk meningkatkan minat baca di masyarakat terus digalakkan, salah satunya lewat program bedah buku. “Bedah buku terselenggara berkat kerja sama DPAD DIY dengan DPRD DIY untuk meningkatkan minat baca di masyarakat,” kata Hadi. Adapun tema buku yang dibahas juga variatif dan sesuai dengan permintaan dari masyarakat.
Penyelenggaraan di Padukuhan Widoro Wetan, Bunder, Patuk berkaitan dengan budi daya ayam kampung super. “Ini bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan usaha guna menambah penghasilan. Apalagi tanah warga di sini masih luas-luas sehingga tidak ada masalah saat dipergunakan untuk budidaya ayam,” katanya.
Salah seorang peserta bedah buku, Supribadi, mengaku senang dengan penyelenggaraan kegiatan ini. Lewat bedah buku dia bisa mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan berkaitan dengan budidaya ayam kampung super. “Program yang bagus dan bisa diterapkan di masyarakat,” katanya. Ia mengatakan selama ini, masyarakat sudah familier dengan kegiatan beternak ayam. Namun, budi daya yang dijalankan masih seadaannya karena ayah hanya dilepas dan penduduk tidak memanfaatkan kandang. “Buku ini mengajarkan cara beternak yang baik dan benar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.
Kapten MT Honour Ashari Samadikun meminta maaf kepada keluarga lima ABK yang gugur dalam penyanderaan perompak Somalia.
Ombudsman menghimpun temuan Program MBG dari 34 provinsi dan menyiapkan policy brief untuk memperkuat tata kelola BGN.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.