Meriah, Pesepeda dari Berbagai Daerah Meriahkan Parade KLIC Fest 2026

Media Digital
Media Digital Minggu, 24 Mei 2026 17:47 WIB
Meriah, Pesepeda dari Berbagai Daerah Meriahkan Parade KLIC Fest 2026

Peserta parade sepeda melintas di kawasan Prambanan Klaten, Minggu (24/5/2026). (Istimewa/Diskominfo Klaten)

KLATEN— Kawasan Candi Sewu, Kecamatan Prambanan, dipadati ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dalam gelaran puncak Klaten Cycling Festival (KLIC Fest) 2026, Minggu (24/5/2026). Parade sepeda ini menjadi salah satu atraksi utama yang menyedot perhatian publik karena menghadirkan lebih dari 10.000 peserta dengan kostum unik dan beragam.

Para peserta datang dari berbagai pulau di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi. Tidak hanya itu, sejumlah delegasi internasional juga turut ambil bagian dalam event yang menjadikan kawasan Candi Sewu sebagai titik pusat perayaan sepeda tersebut.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran Forkopimda hadir langsung untuk mengibarkan bendera start. Dari titik awal tersebut, para pesepeda kemudian menempuh rute mengelilingi kawasan candi hingga melintasi sejumlah desa di Kecamatan Prambanan.

Dalam keterangannya, Hamenang menyebut parade sepeda ini merupakan puncak rangkaian KLIC Fest 2026 yang telah dimulai sejak Minggu (17/5/2026). Sebelumnya, berbagai agenda telah digelar, mulai dari konferensi sejarah sepeda, social culture ride yang melibatkan delegasi mancanegara, hingga berbagai kegiatan komunitas di kawasan Candi Sewu.

“Semoga dengan adanya kegiatan internasional ini membuat masyarakat menjadi lebih dekat lagi dengan sepeda. Dan kami ucapkan selamat kepada seluruh peserta. Selamat menikmati keindahan candi-candi yang ada di Kabupaten Klaten dan jangan lupa menikmati kuliner di Klaten,” ujar Hamenang.

Selain menjadi ajang olahraga dan komunitas, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong promosi wisata daerah, khususnya kawasan Prambanan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Salah satu peserta, Imada, mengaku datang bersama rombongan dari Kalimantan Tengah dengan mengenakan pakaian adat Dayak. Menurutnya, suasana parade semakin meriah karena antusiasme masyarakat yang turut memberikan dukungan sepanjang rute perjalanan.

“Yang paling berkesan saat naik sepeda keliling tadi, masyarakat ikut menyapa dan memberikan semangat. Jadi kami tambah semangat untuk bersepeda,” ujarnya.

Klaten Cycling Festival 2026 pun kembali menegaskan diri sebagai salah satu event sport tourism yang tidak hanya menggerakkan komunitas pesepeda, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata budaya di kawasan Prambanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online