Bank Jateng Perkuat Sinergi dengan Undip, Serahkan Fortuner
– PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pendidikan melalui kerja sama strategis
Salah satu calon siswa SMTI Jogja mengikuti seleksi wawancara di SMTI Jogja pada Sabtu (6/6/2026). Wawancara menjadi salah satu syarat untuk menyeleksi calon siswa di sekolah tersebut./ Harian Jogja -Stefani Yulindriani
JOGJA—Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Jogja terus meningkat. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026, jumlah pendaftar mencapai 4.044 peserta, sementara kuota yang tersedia hanya 324 siswa. Tingginya animo tersebut membuat persaingan masuk SMTI Jogja mencapai rasio 1 banding 12,5.
Sekretaris SPMB SMTI Jogja 2026, Ndaru Okvitarini, mengatakan secara umum tahapan seleksi tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. SMTI membuka lima jalur penerimaan, yakni Jarvis Bersama, Jarvis Rekomendasi Industri, Jarvis Rapor, serta Jarvis Reguler 1 dan Jarvis Reguler 2.
"Hari ini merupakan rangkaian terakhir dari pelaksanaan SPMB. Kami menjalankan tiga jalur secara paralel, yaitu Jarvis Reguler 2, Jarvis Rekomendasi Industri, dan Jarvis Bersama," ujarnya di SMTI Jogja, Sabtu (6/6/2026).
Pada tahap seleksi terakhir tersebut, sebanyak 1.066 peserta mengikuti proses seleksi. Rinciannya, 995 peserta mengikuti tes tertulis Jarvis Reguler 2, sebanyak 23 peserta berasal dari jalur rekomendasi industri, dan 48 peserta mengikuti Jarvis Bersama.
Menurut Ndaru, peningkatan jumlah pendaftar menjadi salah satu capaian penting tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya rasio persaingan sekitar 1 banding 10,8, kini meningkat menjadi 1 banding 12,5.
"Animo masyarakat cukup tinggi dibandingkan tahun lalu. Total pendaftar mencapai 4.044 peserta, sementara kuota yang kami terima hanya 324 siswa yang akan dibagi ke dalam tiga jurusan dan sembilan kelas," katanya.
Selain tingginya jumlah pendaftar, SMTI Jogja juga mencatat peningkatan jumlah industri yang memberikan rekomendasi kepada calon siswa. Tahun ini terdapat 24 perusahaan dari berbagai daerah di Indonesia yang terlibat dalam program Jarvis Rekomendasi Industri.
"Kalau pada awal program rekomendasi industri hanya berasal dari Jogja dan sekitarnya, sekarang sudah meluas hingga luar Jawa. Ada industri dari Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan," jelasnya.
Salah satu perusahaan yang secara konsisten menjalin kerja sama dengan SMTI Jogja adalah PT Tanjung Enim Lestari dari Sumatera Selatan. Perusahaan tersebut telah memasuki tahun ketiga dalam memberikan rekomendasi sekaligus menyekolahkan putra-putri daerahnya di SMTI Jogja.
Ndaru menilai tingginya minat masyarakat tidak lepas dari kualitas lulusan SMTI yang terbukti mampu terserap di dunia kerja. Pada wisuda tahun 2025, tingkat keterserapan lulusan di dunia industri telah mencapai lebih dari 95 persen.
"Promosi paling efektif sebenarnya berasal dari lulusan kami sendiri. Masyarakat melihat bahwa lulusan SMTI memiliki peluang besar untuk langsung bekerja setelah lulus," ungkapnya.
Selain faktor keterserapan kerja, prestasi siswa dalam berbagai kompetisi serta promosi yang dilakukan secara daring maupun langsung ke sekolah-sekolah turut berkontribusi meningkatkan popularitas SMTI Jogja.
Untuk menjaga kualitas seleksi, pihaknya juga menerapkan sistem pengamanan baru pada tes berbasis komputer tahun ini. Melalui sistem tersebut, peserta tidak dapat membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung.
"Jika peserta mencoba membuka aplikasi lain saat tes berlangsung, sistem akan memberikan peringatan berupa alarm. Ini menjadi salah satu peningkatan yang kami lakukan setelah evaluasi tahun lalu," katanya.
Khusus jalur rekomendasi industri, pihaknya tetap menerapkan proses penyaringan akademik melalui tes kemampuan matematika dasar sebelum peserta mengikuti tahap wawancara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan calon siswa memiliki kompetensi dasar yang memadai.
Dengan tingginya jumlah peminat, dukungan dunia industri yang semakin luas, serta tingginya tingkat keterserapan lulusan, SMTI Jogja terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan yang menjadi pilihan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kementerian Perindustrian dipastikan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para lulusan SMK-SMTI.
Secara umum, Agus menilai kualitas pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian sudah sangat baik dan ideal, baik dari sisi pelaksanaan program maupun jejaring kemitraan dengan industri.
"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," ujarnya.
"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program, kelas, maupun SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," lanjutnya.
Agus menambahkan, kebutuhan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten di sektor industri terus meningkat secara signifikan.
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi indikator positif yang menunjukkan sektor industri di Indonesia terus maju dan berkembang.
"Industri kita bertumbuh pesat. Peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
– PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pendidikan melalui kerja sama strategis
Disiplin anak tanpa kekerasan menjadi fokus Parenting PAUD di Pekalongan. Orang tua diajak menerapkan pola asuh positif dan penuh kasih sayang.
Bahlil Lahadalia memastikan skema bagi hasil tambang ala migas batal diterapkan. Pemerintah menegaskan aturan minerba tetap berlaku tanpa perubahan.
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami usai gempa M7,7 Mindanao Filipina. Sebanyak 20 gempa susulan tercatat hingga Senin siang.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp73.700 per kg. Simak daftar lengkap harga beras, bawang, telur, daging, gula, dan minyak goreng terbaru.
Donald Trump menegaskan Israel harus menerima kesepakatan nuklir AS-Iran jika tercapai, meski ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.