Anniversary ke-4, MORAZEN Yogyakarta Gelar Program Kesehatan
Kegiatan ini meliputi Medical Check Up (MCU), dan donor darah bekerja sama dengan RSUD R.A.A Purworejo dan PMI Kulon Progo, serta seminar kesehatan bersama dr.
Selama lima tahun rutin berobat hipertensi, peserta JKN asal Bantul ini mengaku seluruh biaya pemeriksaan dan obat ditanggung BPJS Kesehatan. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan tanpa terkendali biaya. Manfaat tersebut langsung dirasakan Lanjar (63), warga asal Argomulyo, Bantul, yang telah lima tahun terakhir rutin berobat hipertensi dan mengambil obat setiap bulan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.
Sebagai peserta JKN segmen Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda), Lanjar memanfaatkan layanan kesehatan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi yang dideritanya sejak tahun 2021.
Selama menjalani pengobatan di RSU Mitra Sehat, ia mengaku mendapatkan pelayanan yang cepat dan ramah.
"Pelayanannya cepat dan ramah. Petugasnya juga selalu memberikan penjelasan yang informatif dan mudah dipahami,” kata Lanjar, Selasa (9/6).
Menurut Lanjar, selama menggunakan JKN dirinya tidak pernah merasakan ada perbedaan antara dirinya dengan pasien lainnya. Proses berobat berjalan sebagaimana mestinya, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokter, hingga pengambilan obat.
Selama berobat dari tahun ke tahun, kondisi Lanjar berangsur-angsur membaik. Tensi darah Lanjar kini lebih terkontrol.
Konsistensi menjalani pengobatan dari tahun ke tahun dan kontrol kesehatan setiap bulan membuahkan hasil yang positif.
Tekanan darah Lanjar kini lebih terkontrol. Jika sebelumnya tekanan darah Lanjar sempat mencapai lebih dari 200 mmHg, kini kondisinya jauh lebih terkontrol dan berada dalam batas normal.
"Dulu sampai 200 lebih. Alhamdulillah sekarang sudah normal," ujarnya.
Kondisi kesehatan Lanjar yang semakin membaik saat ini tidak terlepas dari pengobatan rutin yang dijalani Lanjar selama lima tahun.
Paling tidak sebulan sekali, ia harus ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk berobat. Melalui jaminan dari BPJS Kesehatan, Lanjar dapat berobat tanpa khawatir dipungut biaya, baik saat periksa maupun untuk pengambilan obat.
"Saya kontrol setiap bulan. Semuanya ditanggung, baik pemeriksaan maupun obat-obatannya," tuturnya.
Selain kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, Lanjar juga mengapresiasi kualitas pelayanan yang diberikan oleh RSU Mitra Sehat. Menurutnya, seluruh petugas, mulai dari bagian administrasi, perawat, hingga dokter, selalu melayani pasien dengan ramah dan penuh perhatian sehingga membuatnya merasa nyaman selama menjalani pengobatan.
"Petugasnya semua ramah. Pelayanannya juga baik dan membantu," ujar Lanjar."
Perjalanan Lanjar sebagai peserta JKN bermula saat dirinya pertama kali didiagnosis mengalami hipertensi. Kala itu ia harus menjalani perawatan inap dan mendapatkan rujukan ke RSU Mitra Sehat untuk penanganan lebih lanjut. Sejak saat itu, ia mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan dan terus merasakan manfaatnya hingga sekarang.
Melihat besarnya manfaat yang dirasakan, Lanjar turut mengikutsertakan anggota keluarganya dalam Program JKN. Tidak hanya dirinya, suami dan anak-anaknya juga terdaftar sebagai peserta JKN sehingga memiliki perlindungan kesehatan yang sama saat membutuhkan pelayanan medis.
"Keluarga saya semuanya terdaftar sebagai peserta JKN. Program ini sangat membantu kami saat membutuhkan pengobatan," tuturnya.
Lanjar berharap layanan JKN dapat terus ditingkatkan. Segala layanan yang sudah baik, dia harapkan bisa tambah baik lagi ke depannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini meliputi Medical Check Up (MCU), dan donor darah bekerja sama dengan RSUD R.A.A Purworejo dan PMI Kulon Progo, serta seminar kesehatan bersama dr.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (13–15 Juni 2026) ini, mengangkat tema Nyawiji Dadi Siji, Panjaga Nusantara dan wajib diikuti oleh selur
Prahdiska Bagas Shujiwo menyingkirkan Lee Zii Jia, sementara Muhamad Yusuf melaju mulus ke babak 16 besar Macau Open 2026.
Dinkes Bantul menargetkan 460 ribu warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 melalui strategi jemput bola ke komunitas dan instansi.
Lionel Messi mencetak hattrick pertama di Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
Pemkot Jogja menaikkan kuota afirmasi SPMB SMP 2026 menjadi 25 persen untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa KSJPS dan disabilitas.