PENDAPATAN DAERAH: Pemkab Diminta Memaksimalkan Jasa Katering di YIA
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Joko Sunarno warga Klaten yang tinggal di Yogyakarta ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terletak di Jl. Gedongkuning, Jumat (31/7/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
JOGJA—Pengalaman menarik dirasakan Joko Sunarno warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta saat mendampingi istrinya sakit. Tahun 2025 lalu sang istri sakit batu empedu, awalnya ia mengaku skeptis dengan layanan JKN dan memilih layanan umum.
Namun, petugas justru memintanya menggunakan JKN karena layanan tersebut merupakan hak peserta. Setelah mendapatkan pelayanan dengan JKN, ia mengaku puas dan layanannya tetap cepat tanpa membeda-bedakan.
"Istri saya waktu itu pernah sakit, faskesnya di AU, langsung ke Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Suhardi Hardjolukito (RSPAU Hardjolukito). Pertama itu malah enggak pakai. Tapi diminta pakai JKN karena haknya warga negara. [ternyata] bagus [layanan JKN] tidak dibedakan," ujarnya ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terletak di Jl. Gedongkuning, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, istrinya kini sudah kembali sehat setelah mendapat penanganan untuk batu empedu pada 2025. Istrinya hanya diberikan obat dan tidak menjalani tindakan lebih lanjut.
Menurutnya, kondisi istrinya kini sudah membaik setelah menjalani pengobatan. Saat itu, pihak rumah sakit memberikan obat tanpa perlu dilakukan tindakan operasi.
Selain istrinya, anak keduanya yang tinggal di Klaten juga selalu memanfaatkan layanan JKN untuk berobat di faskes dekat rumah. Menurutnya layanan di faskes Klaten juga cepat. "Anak saya faskesnya di Klaten, dekat rumah berobat juga cepat," ucapnya.
Joko sendiri belum pernah mengakses layanan kesehatan karena masih diberikan kesehatan. Ia mengaku bersyukur belum pernah menggunakan layanan ini dan berharap agar tetap sehat. "Belum. Kalau saya belum ya. sehat alhamdulillah."
Menurutnya anak pertamanya saat ini tinggal di Jogja, sedang menempuh pendidikan di Poltekkes. Usianya sudah di atas 21 tahun, sehingga ia mengurus reaktivasi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta. Ia mengatakan selama masih menempuh pendidikan, kepesertaan anaknya bisa diperpanjang sampai usia 25 tahun. "Saya dinas di TNI AU," katanya.
Joko menceritakan, sebelum di Jogja ia pernah dinas di Pontianak. Saat itu perpindahan faskesnya juga diurus di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta.
Layanan yang diberikan menurutnya cepat dan langsung selesai. Kini untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dia lebih sering menggunakan aplikasi Mobile JKN, seperti mengambil antrian online.
"Ngurus di sini, langsung di sini ya langsung selesai, langsung jadi," ucapnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Googlebook mulai membuka pre-order 21 September 2026. Simak jadwal, vendor pembuat, fitur Gemini, integrasi Android, dan informasi yang belum diumumkan.
Google merilis Gemini 3.8 Live dan Extended Thinking. Simak kemampuan AI suara terbaru, fitur penalaran, multimodal, benchmark, dan ketersediaannya.
Simak jadwal lengkap timnas voli putri dan putra Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, termasuk lawan, tanggal, dan jam pertandingan.
Benarkah main judi online bisa terdeteksi dari KK atau NIK? Simak kaitan pemadanan data dengan bansos, cara klarifikasi, dan cek pinjaman lewat SLIK OJK.
Nostalgia era 1990-an memang menyenangkan, tetapi tidak semua kebiasaan masa lalu perlu diwariskan. Simak 5 kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan.