Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Salurkan 200 Paket Sembako di Selopamioro
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY menggelar kegiatan bakti sosial di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul
mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan program yang berfokus pada pengolahan nanas menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat setempat./ Ist
BARITO SELATAN– Potensi produksi nanas yang cukup melimpah di sekitar Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan program yang berfokus pada pengolahan nanas menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat setempat.
Program ini diawali dengan pelatihan pengolahan buah nanas menjadi dodol nanas dan setup nanas sebagai alternatif produk olahan yang memiliki daya simpan lebih lama serta nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan menjual buah nanas dalam bentuk segar.
Meskipun Desa Lembeng bukan merupakan sentra produksi nanas, ketersediaan bahan baku dari wilayah sekitar membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pengolahan berbasis komoditas lokal yang mudah diakses.
Tidak hanya berfokus pada daging buah, mahasiswa juga mengajak masyarakat memanfaatkan limbah kulit nanas yang selama ini sering terbuang menjadi minuman fermentasi alami, tepache. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi limbah organik sekaligus memberikan nilai tambah melalui produk baru yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Selain pelatihan pengolahan produk, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pengemasan dan pelabelan produk pangan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Materi yang disampaikan meliputi pemilihan kemasan yang aman dan menarik, pencantuman nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, serta informasi penting lainnya yang diperlukan dalam pemasaran produk pangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih siap bersaing di pasar dan memiliki citra merek yang jelas.
Eliana Bella Vistara Gunawan menyampaikan bahwa ketersediaan komoditas nanas di wilayah sekitar Desa Lembeng membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi.
Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada pengolahan buah menjadi produk bernilai jual, tetapi juga memanfaatkan limbah kulit nanas agar memiliki nilai tambah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu yang menjadi peserta utama pelatihan. Meliyani menilai program tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan sebagai peluang usaha.
Menurut Meliyani, pelatihan tersebut memberikan wawasan mengenai berbagai cara mengolah nanas menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi, termasuk pemanfaatan kulit nanas menjadi minuman tepache.
Selain itu, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pengemasan dan pelabelan produk yang baik sehingga diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Lembeng.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung, mulai dari sesi pemaparan materi hingga praktik pengolahan produk. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan produk.
Sejumlah peserta juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan karena dinilai memberikan keterampilan yang aplikatif dan berpotensi meningkatkan perekonomian keluarga.
Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan komoditas nanas yang tersedia di wilayah sekitar Desa Lembeng menjadi produk olahan bernilai tambah.
Pemanfaatan limbah yang lebih optimal, pengemasan yang menarik, dan pelabelan yang sesuai dengan ketentuan diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pangan lokal yang berkelanjutan dan berdaya saing. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY menggelar kegiatan bakti sosial di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul
Prajogo Pangestu kembali tersalip Low Tuck Kwong setelah kekayaannya susut sekitar Rp10 triliun dalam satu sesi perdagangan.
Karhutla Bromo mencapai sekitar 550 hektare. Menkopolkam Djamari Chaniago menduga kebakaran dipicu kelalaian manusia atau human error.
Bigmo diperiksa Polda Metro Jaya selama empat jam dan dicecar 40 pertanyaan terkait dugaan promosi likuid vape bersama anak-anak.
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Kilang Jazan Saudi Aramco diserang Houthi menggunakan drone. Fasilitas ini berkapasitas 400.000 barel per hari dan berada di pesisir Laut Merah.