Punya 3 Gedung Baru, RS Jiwa Grhasia Beri Layanan Modern dan Menyenangkan
Rumah Sakit (RS) Jiwa Grhasia kini memiliki tiga gedung pelayanan baru, yakni Gedung Madukara, Mandalawangi, dan Arogya Gathi. Ketiga gedung tersebut diresmikan
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengecek fasilitas di Gedung Mandalawangi RS Jiwa Grhasia, Selasa (1/9).-Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Rumah Sakit (RS) Jiwa Grhasia resmi mengoperasikan tiga fasilitas anyar, yakni Gedung Madukara, Mandalawangi, dan Arogya Gathi. Peresmian infrastruktur tersebut dilakukan secara langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Selasa (1/9) pagi. Melalui kehadiran sarana medis mutakhir ini, RS Jiwa Grhasia berkomitmen memperluas akses layanan kesehatan jiwa agar terasa lebih nyaman, komprehensif, serta humanis bagi masyarakat luas.
Inovasi fasilitas kesehatan ini diharapkan mampu meruntuhkan stigma negatif masyarakat terhadap layanan psikiatri yang kerap dianggap menakutkan. Mengingat kompleksitas kehidupan modern yang kian tinggi, perawatan kesehatan jiwa kini menjadi pilar esensial dalam mewujudkan kesejahteraan komunal secara menyeluruh.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa kehadiran Gedung Madukara, Mandalawangi, dan Arogya Gathi bukan sekadar proyek fisik semata. Ketiga fasilitas tersebut dirancang sebagai mata rantai pelayanan terpadu yang menghubungkan tahapan penanganan, pemulihan, hingga kesinambungan terapi pasien. “Infrastruktur bermakna ketika menghadirkan pelayanan yang lebih baik,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur DIY menekankan pentingnya pergeseran paradigma medis yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik semata, melainkan pemulihan manusia secara utuh. Keberhasilan penanganan klinis belum sepenuhnya tuntas tatkala gejala penyakit berhasil diredam. Proses pemulihan baru benar-benar bermakna apabila penyintas sanggup merajut kembali relasi sosial, berfungsi di tengah masyarakat, berkarya, serta menatap masa depan dengan penuh rasa percaya diri.
Penguatan sarana modern ini wajib diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan standar operasional yang berlandaskan empati. Sri Sultan mengingatkan agar kemajuan teknologi selaras dengan tata kelola profesional tanpa mengesampingkan sentuhan kemanusiaan. “Pasien bukan sekadar diagnosis ataupun nomor rekam medis. Setiap pasien adalah manusia, dengan keluarga, perjalanan hidup, kecemasan, sekaligus harapan untuk pulih,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyoroti bahwa tekanan era modern berisiko memicu kerentanan mental bagi setiap lapisan masyarakat. Keberadaan tiga bangunan baru ini menjadi wujud konkret ikhtiar pemerintah dalam memperkuat ekosistem kesehatan mental mulai dari tahap deteksi dini, pencegahan, hingga rehabilitasi.
Masyarakat diimbau agar tidak merasa canggung ataupun ragu dalam mengakses bantuan profesional manakala mendapati perubahan psikologis maupun fisik yang tidak biasa pada diri mereka. Deteksi dan konsultasi sejak dini merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas mental. “Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan masyarakat yang sadar terhadap kondisi dirinya sendiri,” ucap Ni Made.
Fasilitas Lengkap di Tiga Gedung Baru
Gedung Madukara difungsikan sebagai pusat psikiatri terpadu yang didukung oleh berbagai instrumen mutakhir, mencakup layanan rawat jalan, instalasi laboratorium dan radiologi, farmasi rawat jalan, layanan subspesialis, serta konsultasi psikologi terpadu baik secara tatap muka maupun daring. Gedung ini turut menyediakan fasilitas penunjang kenyamanan berupa arcade shop, coffee shop, sistem pendaftaran mandiri online, serta anjungan pembayaran mandiri.
Gedung Mandalawangi dirancang khusus sebagai pusat rehabilitasi medik yang menawarkan layanan rawat jalan fisioterapi mutakhir, program pemulihan berbasis peralatan robotik modern, serta fasilitas gymnasium.
Gedung Arogya Gathi berperan sebagai instalasi farmasi terpusat yang menopang seluruh kebutuhan logistik pengobatan pasien secara optimal di RS Jiwa Grhasia.
Kombinasi antara infrastruktur canggih, tata kelola bermutu tinggi, serta pendekatan berbasis kemanusiaan ini diyakini mampu menjadikan RS Jiwa Grhasia sebagai rujukan utama dalam menghadirkan ruang pemulihan yang ideal. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Sakit (RS) Jiwa Grhasia kini memiliki tiga gedung pelayanan baru, yakni Gedung Madukara, Mandalawangi, dan Arogya Gathi. Ketiga gedung tersebut diresmikan
Yoga atau Pilates, mana yang lebih cocok? Kenali perbedaan manfaat, fokus latihan, dan cara memilih olahraga sesuai tujuan kebugaran Anda.
Rosé BLACKPINK dilaporkan menolak tawaran iklan sekitar Rp100 miliar dari brand teh China. Ia juga disebut membatalkan proyek sampanye karena desain botol.
Berita duka: Pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada 3 September 2026. Simak profil, rekam jejak karier, dan pesan duka dari rekan sesama pelatih.
Sean Ono Lennon menjadi ayah untuk pertama kalinya di usia 50 tahun. Ia dan Charlotte Kemp Muhl menyambut bayi laki-laki bernama Aurelius.
Gallup mencatat Chad memiliki tingkat pengalaman kemarahan tertinggi pada 2024 sebesar 47%. Simak 10 negara dengan angka kemarahan tertinggi.