BEDAH BUKU: Pelaku UMKM DIY Ubah Mindset dan Melek Teknologi

Media Digital
Media Digital Jum'at, 04 September 2026 05:27 WIB
BEDAH BUKU: Pelaku UMKM DIY Ubah Mindset dan Melek Teknologi

Suasana bedah buku berjudul Rahasia Sukses Branding UMKM karya Heri Cahyo Bagus Setiawan di Balai Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Kamis (3/9). /Harian Jogja.

SLEMAN—Anggota DPRD DIY, Tri Nugroho, mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengubah pola pikir untuk meningkatkan peluang kesuksesan dalam berusaha. Menurut Tri, kemauan untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam mengembangkan usaha.

Hal itu ia sampaikan dalam acara bedah buku bertajuk Rahasia Sukses Branding UMKM karya Heri Cahyo Bagus Setiawan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan DPRD DIY di Balai Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Kamis (3/9).

Menurutnya, perubahan mindset perlu dimulai dari hal sederhana, termasuk membiasakan diri membaca dan belajar di tengah kesibukan menjalankan usaha. “Mulai saja dahulu. Baca satu lembar demi satu lembar,” kata Nugroho dalam pemaparannya.

Membaca, kata dia, tidak harus dilakukan dalam jumlah banyak. Memanfaatkan waktu luang untuk membaca sedikit demi sedikit dapat menjadi kebiasaan yang membantu pelaku UMKM memperluas pengetahuan dan menemukan peluang baru.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti pentingnya pelaku UMKM mengikuti tren dalam memasarkan produknya. Kebiasaan membuat konten atau berswafoto seharusnya tidak hanya dilakukan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk usaha. “Swafoto boleh, tetapi juga perlu berswafoto bareng produk UMKM milik sendiri,” katanya.

Selain membangun kemampuan individu, Tri menilai teknologi memberikan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini dapat dipromosikan ke konsumen yang lebih luas melalui platform digital.

Dia mencontohkan penggunaan teknologi pembayaran digital melalui QRIS yang telah berkembang di DIY.

Menurutnya, tingginya penggunaan QRIS menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem transaksi digital di DIY telah berkembang dan turut mendukung aktivitas UMKM. “Teknologi memperluas jangkauan. Posting langsung bisa sampai Amerika,” ucapnya.

Nugroho mengajak pelaku UMKM agar tidak menunggu kondisi ideal untuk mulai mengembangkan usaha. Kemauan untuk belajar, membaca, memanfaatkan teknologi, dan mengikuti perkembangan tren dapat dilakukan sejak sekarang. “Dinamika pasar berkembang mengikuti tren yang ada. Agar bisa memanfaatkan tren atau teknologi, pelaku UMKM perlu menambah pengetahuan melalui membaca,” ucap dia.

Pengetahuan

Praktisi UMKM, Afika Rahman, menyampaikan pengetahuan menjadi salah satu modal penting bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. Itulah sebabnya, para pelaku UMKM perlu terus memperbarui pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, kebijakan, hingga perubahan kebutuhan pasar.

Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memahami berbagai aspek pendukung pengembangan bisnis, mulai dari legalitas usaha, perizinan, sertifikasi produk, hingga akses terhadap berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah. Pengetahuan mengenai legalitas menjadi semakin penting seiring berkembangnya pola pemasaran berbasis digital.

“Salah satunya berkaitan dengan sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan. Tanpa memahami dan memenuhi ketentuan tersebut, ruang pemasaran yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha berpotensi semakin terbatas,” ucap dia.

Selain itu, pelaku UMKM juga perlu memperluas pengetahuan mengenai branding. Hal ini tak hanya untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek, tetapi membangun identitas produk agar dikenal dan diingat konsumen dalam jangka panjang.

“Dengan terus meningkatkan pengetahuan dan kapasitas, pelaku UMKM diharapkan lebih siap beradaptasi serta bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin modern,” kata Afika.

Terkait dengan hal tersebut, perwakilan penerbit Satu Spasi, Riska Kahiyang, menyampaikan pengembangan branding sebagai salah satu langkah penting agar UMKM mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. “Melalui branding yang tepat, produk UMKM diharapkan tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu meninggalkan kesan dan ingatan positif di tengah masyarakat,” ucap dia.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Fajar Nugraha, menjelaskan berbagai kegiatan literasi, termasuk bedah buku, turut berperan dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Kegiatan bedah buku menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih dekat dengan bahan bacaan.

“Kelompok masyarakat yang ingin mengadakan pengadaan buku bisa dengan mengajukan permohonan kepada kami,” kata dia. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online