Program Kapulaga Dinilai Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga di Jateng

Media Digital
Media Digital Selasa, 08 September 2026 20:32 WIB
Program Kapulaga Dinilai Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga di Jateng

Program Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga) yang digulirkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga./ Ist

WONOSOBO— Program Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga) yang digulirkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan program Kapulaga menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan potensi usaha masyarakat.

“PKK fokus pada pembinaan keluarga. Dari sektor keluarga ini, diharapkan bisa memunculkan income (pendapatan) yang mendukung ketahanan ekonomi,” kata Nawal saat peluncuran Kapulaga di Kawasan Wisata Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu), Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (8/9/2026).

Menurut Nawal, keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun perekonomian masyarakat. Banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang dari skala rumah tangga sebelum kemudian mampu memperluas pasar hingga ke mancanegara.

“Banyak UMKM sukses yang berawal dari skala rumah tangga, bahkan ada yang sudah ekspor ke 11 negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan kelompok Kapulaga dilakukan dengan terlebih dahulu melihat potensi dan karakteristik masing-masing daerah. Dengan pendekatan tersebut, pelatihan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan benar-benar sesuai dengan sumber daya lokal yang tersedia.

Di Desa Butuh Kidul, misalnya, pelatihan diarahkan pada pengolahan sejumlah komoditas lokal, seperti labu siam yang diolah menjadi selai dan pengeringan cabai.

Selain itu, masyarakat juga memperoleh pelatihan barista dan pengolahan produk kopi untuk menangkap peluang ekonomi dari perkembangan kawasan wisata Jalan Lingkar Sumbing.

“Pelatihan disesuaikan dengan potensi daerah. Peluncuran di Wonosobo ini menjadi proyek percontohan (pilot project),” katanya.

Nawal mengatakan program Kapulaga tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan masyarakat. TP PKK Jawa Tengah juga menyiapkan pendampingan lanjutan agar produk yang dihasilkan dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Pendampingan tersebut mencakup fasilitasi permodalan, pemasaran, pengembangan produk, serta pengurusan berbagai perizinan yang diperlukan pelaku usaha.

Ia menargetkan program Kapulaga dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah sehingga semakin banyak keluarga yang memiliki kesempatan mengembangkan usaha sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Ke depan, program Kapulaga akan kami perluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi kolaborasi TP PKK Jawa Tengah dan TP PKK Kabupaten Wonosobo dalam menjalankan program tersebut.

Ia menilai kawasan Jalan Lingkar Sumbing memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang cukup besar. Pertumbuhan warung, kafe, dan angkringan di kawasan tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu mendapatkan dukungan.

“Kami berterima kasih kepada PKK provinsi maupun kabupaten yang sudah berkolaborasi. Pelatihan Kapulaga ini berbasis keluarga. Tadi kami juga menyapa komunitas kopi yang ternyata belum tersentuh, padahal berada di jalur yang bagus,” katanya.

Taj Yasin mendorong pemerintah kecamatan, desa, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bersama-sama mengembangkan kawasan tersebut sehingga aktivitas pariwisata turut memberikan dampak terhadap perekonomian warga.

Selain pelatihan, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong proses hilirisasi produk Kapulaga melalui penyediaan akses pemasaran, fasilitas perizinan edar, hingga sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Program Kapulaga diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penguatan UMKM berbasis keluarga sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal di Jawa Tengah yang saat ini memiliki sekitar 4,4 juta unit UMKM.

Ketua TP PKK Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, mengatakan Kapulaga relevan dengan upaya penanganan kemiskinan melalui pendampingan UMKM. Menurutnya, peluncuran Kapulaga di kawasan wisata Jalisu merupakan bentuk kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program penanganan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online