Puluhan Orang Turun ke Sungai Code, Bersih-Bersih hingga Tebar Benih Ikan
Puluhan orang turun langsung ke Sungai Code di kawasan Pedestrian Code Gumreget, Suryatmajan, Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Salah satu warga Jetis menunjukkan kemampuannya dalam membuat batik dalam Jetis Expo di Halaman Kantor Harian Jogja pada Minggu (11/10/2026)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
JOGJA—Jetis Expo yang digelar selama dua hari di Kemantren Jetis, Kota Jogja, melibatkan sekitar 40 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk lokal sekaligus memperkenalkan potensi kesenian dan pertanian masyarakat setempat.
Plt. Mantri Pamong Praja Kemantren Jetis, Bambang Endro Wibowo, mengatakan kegiatan tahunan tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan kelompok seni untuk mengembangkan usaha serta memperluas jangkauan pasar.
“Semaksimal kami adalah memberikan ruang bagi pelaku UMKM, khususnya untuk berjualan, termasuk para pelaku kesenian. Ada tari-tarian, menyanyi, dan sebagainya,” tuturnya saat ditemui dalam Jetis Expo di halaman kantor Harian Jogja, Minggu (11/10/2026).
Jetis Expo berlangsung selama dua hari dengan beragam kegiatan, mulai dari senam bersama, lomba menyanyi, lomba menari, hingga lomba daur ulang sampah. Pameran tersebut juga menghadirkan berbagai produk UMKM, termasuk tanaman dan bibit tanaman.
Bambang memperkirakan nilai transaksi perdagangan dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp5 juta per hari. Dia berharap jumlah pengunjung meningkat pada penyelenggaraan berikutnya sehingga produk UMKM semakin dikenal dan penjualan turut bertambah.
“Harapannya ke depan semakin meningkat, semakin banyak masyarakat yang datang dan antusias sehingga pelaku UMKM dan kelompok-kelompok seni semakin bangga. Harapannya bisa memajukan semua unsur masyarakat,” katanya.
Selain UMKM dan kesenian, sektor pertanian perkotaan menjadi salah satu potensi yang ditampilkan dalam Jetis Expo. Sekretaris Forum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jetis, Eddy Mugiarto, mengatakan forum tersebut menaungi sekitar 14–15 kelompok tani yang masih aktif menjalankan kegiatan pertanian di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Menurut Eddy, keterbatasan lahan mendorong warga berinovasi dengan memanfaatkan galon bekas, ember, dan wall planter atau media tanam yang dipasang di dinding. Warga juga memanfaatkan teras rumah, lahan kosong, hingga atap bangunan untuk bercocok tanam.
“Yang jelas memang kita harus punya inovasi, di antaranya menggunakan galon-galon bekas dan wall planter karena memang terbatas areanya,” ujarnya.
Dia menambahkan pertanian perkotaan membutuhkan perawatan rutin dan perhatian lebih dibandingkan tanaman yang ditanam langsung di tanah. Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kelompok maupun dijual.
Eddy berharap kegiatan pertanian perkotaan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga. Selain berpotensi menghemat pengeluaran rumah tangga, warga juga dapat mengendalikan proses penanaman untuk menghasilkan bahan pangan dengan kualitas yang lebih terjamin.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM peserta Jetis Expo, Etik, memamerkan produk kain jumputan, kaos jumputan, kaos ecoprint, dan syal jumputan. Produk-produk tersebut diproduksi bersama keluarganya di Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis.
Usaha tersebut telah berjalan sekitar 10 tahun. Etik memasarkan produknya melalui berbagai pameran, termasuk di luar Jogja, serta penjualan daring melalui akun Instagram Abinaya Batik.
Dia berharap keikutsertaannya dalam Jetis Expo dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas pengenalan produk lokal kepada masyarakat.
“Harapannya bisa menambah pendapatan dan produknya semakin dikenal. Kemarin juga sudah ada yang membeli,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan orang turun langsung ke Sungai Code di kawasan Pedestrian Code Gumreget, Suryatmajan, Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.
MotoGP Mandalika 2026 menarik lebih dari 157.000 penonton. Erick Thohir optimistis target perputaran uang Rp5 triliun dapat tercapai.
Polrestabes Semarang menyelidiki kematian pelajar SMP berusia 16 tahun yang ditemukan dengan luka di kepala. Polisi memeriksa saksi dan CCTV.
Sleman memetakan titik kritis saluran air, membersihkan drainase, dan menyiapkan pengerukan sedimentasi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Kustomfest 2026 bertema High Octane di JEC Yogyakarta berupaya membangkitkan industri otomotif kustom melalui pameran, kolaborasi, dan kreativitas pelaku indust