Kesbangpol Bantul Dorong Gen Z Melek Politik

Media Digital
Media Digital Rabu, 14 Oktober 2026 09:32 WIB
Kesbangpol Bantul Dorong Gen Z Melek Politik

Dialog dan pendidikan politik di MAN 1 Bantul, yang digelar Kesbangpol Bantul, Selasa (13/10)./ Yosef Leon

BANTUL—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul mendorong generasi Z (Gen Z) meningkatkan literasi politik agar mampu memahami demokrasi, mengkritisi kebijakan pemerintah, serta berkontribusi dalam pembangunan. Pemahaman politik dinilai penting agar generasi muda tidak mudah dipolitisasi dan mampu berperan dalam menentukan masa depan bangsa.

Kepala Badan Kesbangpol Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan pendidikan politik bagi generasi muda tidak semata-mata diarahkan untuk mendorong mereka terjun ke politik praktis. Lebih dari itu, literasi politik diperlukan untuk membangun kesadaran mengenai tanggung jawab sebagai warga negara.

“Keterlibatan dalam politik itu bisa diekspresikan dengan banyak hal, misalnya menyampaikan gagasan, mengkritik kebijakan, dan terlibat dalam kegiatan sosial,” kata Nugroho dalam dialog politik di MAN 1 Bantul, Selasa (13/10).

Ia menilai Gen Z memiliki peran strategis dalam membentuk peradaban Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman tentang demokrasi agar dapat berpartisipasi secara kritis dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara.

Nugroho menambahkan, sikap menghargai perbedaan pendapat, menerima pandangan orang lain, serta bersikap kritis terhadap situasi di lingkungan sekitar merupakan bagian penting dari demokrasi. Nilai-nilai tersebut juga dapat dipelajari melalui pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos).

“Pemilos adalah salah satu penerapan demokrasi di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, menilai pemahaman politik menjadi bekal penting bagi masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Menurutnya, minimnya pengetahuan politik dapat membuat seseorang lebih mudah dipengaruhi atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.

“Generasi muda bisa memahami proses pengambilan kebijakan di daerah, termasuk peran DPRD dalam menjembatani persoalan masyarakat dengan pemerintah kabupaten,” ungkapnya.

Jumakir menjelaskan DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut berkaitan langsung dengan penyusunan peraturan, penentuan anggaran, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Kalau masyarakat tidak paham politik, nanti akan dipolitisasi oleh kaum politik. Kalau masyarakat cerdas, ke depan akan lebih baik,” ujarnya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, mengapresiasi pendidikan politik yang diselenggarakan Kesbangpol Bantul. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan bekal kepada pelajar agar mampu menentukan pilihan secara bijak dan sesuai dengan hati nurani.

“Praktik berpolitik itu sudah diterapkan murid kami sewaktu Pemilos. Ada tahapan yang dijalankan murid, baik penyampaian visi, pemilihan, maupun penyusunan program kerja,” ujarnya.

Mafrudah berharap pengalaman tersebut membuat pelajar memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang memberikan suara saat pemilihan, melainkan juga mencakup tanggung jawab, penghormatan terhadap perbedaan, dan partisipasi dalam menentukan kepemimpinan.

“Melalui pendidikan politik sejak di bangku sekolah, generasi muda kami harapkan mampu menjadi warga negara yang kritis, memahami proses pemerintahan, serta ikut mengawal kebijakan demi kepentingan masyarakat,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online