Indosat Tumbuh Double-Digit, Perkuat Bisnis Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

Media Digital
Media Digital Jum'at, 30 Oktober 2026 13:22 WIB
Indosat Tumbuh Double-Digit, Perkuat Bisnis Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

Gedung Indosat./ Istimewa

JAKARTA—PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Kinerja positif tersebut memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara sekaligus menjadi modal untuk mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hingga September 2026, pendapatan Indosat tumbuh 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp45,8 triliun. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp21,1 triliun dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2% YoY menjadi Rp4,9 triliun.

Pencapaian tersebut ditopang oleh bisnis inti telekomunikasi yang tetap kuat. Fondasi ini menjadi modal bagi perusahaan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Pertumbuhan bisnis inti telekomunikasi didorong oleh strategi AI hyper-personalization berbasis data untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih relevan. Strategi tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan monetisasi dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Hasilnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan tumbuh 16,5% YoY menjadi Rp46.000. Sejalan dengan itu, trafik data meningkat 16% menjadi 14.829 petabyte.

Kinerja tersebut didukung pemanfaatan AI untuk memahami perilaku pelanggan, investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, optimalisasi penggunaan spektrum, serta pengembangan kapabilitas 5G.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi yang kuat menjadi fondasi utama transformasi perusahaan.

“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya. Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata. Kami juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di kancah global. Pada akhirnya, tujuan kami tetap sama, yaitu memberdayakan Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas,” ujar Vikram dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Manfaatkan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Percepat Pertumbuhan AI

Berbekal fondasi bisnis konektivitas yang kuat, Indosat terus mempercepat pengembangan bisnis AI. Perusahaan tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur, tetapi juga berupaya menciptakan nilai komersial dari pengembangan teknologi tersebut.

Pendapatan solusi Indosat AI Cloud tercatat mencapai USD50 juta selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta. Perusahaan memperkirakan pendapatan bisnis ini dapat mencapai USD100 juta pada akhir 2026.

Pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud. Investasi teknologi yang dilakukan Indosat pun mulai menjadi sumber pendapatan baru di luar bisnis inti telekomunikasi.

Indosat juga tengah membangun ekosistem AI full-stack terintegrasi yang memadukan konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi perusahaan (enterprise). Pengembangan ini ditujukan untuk menjawab peningkatan kebutuhan AI di pasar domestik maupun global.

Melalui jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer milik RAIA Grid, Indosat memperkuat infrastruktur konektivitas yang menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai penerapan teknologi di lapangan.

Sementara itu, Zankore by Indosat dikembangkan untuk menghadirkan infrastruktur AI generasi berikutnya. Perusahaan memiliki ambisi jangka panjang untuk mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).

Sinergi berbagai kapabilitas tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengakses, menerapkan, dan mengembangkan solusi AI dalam berbagai skala. Langkah ini sekaligus membuka peluang komersial baru untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Untuk mendekatkan kapabilitas tersebut kepada pelaku usaha, Indosat menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5. Solusi ini memberikan akses terkelola bagi pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi.

Indosat Intelligence Suite membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas adopsi teknologi tersebut secara lebih terukur. Dengan mulai bergabungnya perusahaan teknologi global sebagai pelanggan, Indosat berupaya mengubah investasi AI menjadi peluang komersial sekaligus memperluas akses terhadap teknologi canggih.

Melalui perpaduan bisnis inti telekomunikasi yang kuat dan ekosistem AI terintegrasi, Indosat berkomitmen menciptakan pertumbuhan berkelanjutan, mendukung kemajuan pelaku usaha di Indonesia, serta memperkuat posisi Tanah Air dalam lanskap ekonomi digital regional maupun global. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online