Bakesbangpol Bantul Dorong Warga Cerdas dalam Memilih

Media Digital
Media Digital Kamis, 05 November 2026 08:02 WIB
Bakesbangpol Bantul Dorong Warga Cerdas dalam Memilih

Kabid Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Bantul, Novita Pristiani Dewi (kiri) bersama Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo (kedua kanan) hadir dalam dialog politik bertema Warga Cerdas, Demokrasi Berkualitas, Minggu (25/10)./ Harian Jogja - Kiki Luqman

BANTUL - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bantul mengingatkan masyarakat agar tidak memaknai demokrasi sebatas kegiatan memilih pemimpin saat pemilihan umum (pemilu). Warga perlu memahami visi, misi, dan program calon pemimpin agar pilihan politik yang diambil benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam dialog politik bertema Warga Cerdas, Demokrasi Berkualitas yang digelar Bakesbangpol Bantul di Joglo Sudimaran, Dusun Sudimoro, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Minggu (25/10). Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya Bakesbangpol Bantul meningkatkan pemahaman politik masyarakat sekaligus mendorong pelaksanaan demokrasi yang berkualitas.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Bantul, Novita Pristiani Dewi, mengakui masih ada pandangan di tengah masyarakat yang mengidentikkan politik dengan pemilu. Padahal, demokrasi memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga.

“Sudut pandang kami adalah bahwa tentang demokrasi atau politik itu bukan hanya melibatkan pemilunya. Karena saat ini paradigma di masyarakat itu kalau politik arahnya ke pemilu,” kata Novita, Minggu.

Menurut dia, masyarakat perlu mendapatkan pendidikan politik agar memahami hak dan perannya dalam kehidupan demokrasi. Hak tersebut tidak hanya berkaitan dengan memilih pemimpin, tetapi juga kesempatan untuk dipilih dalam proses politik.

“Padahal banyak sekali yang bisa kita lakukan di dalam demokrasi, karena demokrasi di negara kita itu memberikan ruang untuk kita mempunyai hak, baik itu dipilih maupun memilih,” ujarnya.

Novita menjelaskan pendidikan politik menjadi salah satu cara untuk membangun kecerdasan masyarakat dalam menentukan pilihan. Dia berharap warga tidak mudah terpengaruh politik uang, tetapi lebih mempertimbangkan kualitas calon pemimpin dan program yang ditawarkan.

“Tujuan kami menggelar pendidikan politik ini adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mereka cerdas di dalam memilih, bukan melulu tentang money politic atau apa pun itu,” kata dia.

Menurut Novita, pilihan masyarakat semestinya didasarkan pada pertimbangan yang matang terhadap calon pemimpin. Visi dan misi yang jelas serta program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat perlu menjadi perhatian utama pemilih.

Dia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan politik, termasuk DPRD, KPU, Bawaslu, dan masyarakat untuk memperluas pemahaman mengenai demokrasi.

Berbagai Pendekatan

Sementara itu, Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo, menilai antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan pendidikan politik cukup tinggi. Dia melihat pertemuan langsung antara penyelenggara kegiatan dan warga menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pemahaman politik secara lebih efektif.

Meski demikian, dia mengakui pendidikan politik tidak bisa diberikan secara langsung kepada seluruh penduduk Bantul sekaligus. Jumlah penduduk yang mendekati satu juta jiwa dan pemilih yang mencapai lebih dari 700.000 orang menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas jangkauan sosialisasi.

“Kami berharap, kan enggak mungkin akan menjelaskan kepada seluruh warga potensial. Ada satu juta jiwa, hampir satu juta jiwa. Kemudian dari [jumlah] pemilih lebih dari 700.000,” kata dia.

Karena itu, DPRD Bantul dan Bakesbangpol Bantul berupaya menyampaikan pendidikan politik melalui berbagai pendekatan. Selain bertemu langsung dengan warga, sosialisasi juga dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan para pemangku kepentingan yang dapat meneruskan informasi kepada masyarakat di lingkungannya.

“Makanya kami juga berusaha lewat tatap muka langsung, kemudian bertemu dengan tokoh masyarakat, bertemu dengan pemangku-pemangku, ataupun dengan yang lain yang bisa kita berikan sosialisasi,” kata Hanung.

Dia berharap masyarakat yang telah mendapatkan pemahaman politik dapat ikut menyebarkan informasi kepada warga lainnya. Dengan cara tersebut, pendidikan politik tidak berhenti pada peserta yang hadir dalam kegiatan, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Hanung juga menyoroti pentingnya peran media massa dalam memberikan edukasi politik. Menurut dia, penyampaian informasi melalui media sosial, media cetak, dan media elektronik dapat melengkapi sosialisasi secara langsung.

Dia berharap upaya tersebut mampu meningkatkan pemahaman warga sekaligus mendorong perilaku yang santun dalam kehidupan demokrasi.

“Agar pemilu ataupun masyarakat, agar memiliki demokrasi, dan di situ santun dalam demokrasi sewajarnya,” ujar Hanung.

Melalui dialog politik ini, Bakesbangpol Bantul berharap masyarakat semakin kritis dalam menentukan pilihan, memahami hak politiknya, serta ikut menjaga kualitas demokrasi. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online