Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Ilustrasi/Canva
Di tengah meningkatnya biaya pendidikan, pinjaman tanpa jaminan kerap dipertimbangkan sebagai salah satu opsi pendukung. Khususnya ketika kebutuhan datang bersamaan dan tidak selalu bisa ditutup dari pengeluaran rutin bulanan.
Apalagi sekarang sudah memasuki tahun ajaran 2026/2027. Banyak orang tua mulai menata ulang prioritas keuangan keluarga agar seluruh kebutuhan sekolah anak dapat terpenuhi dengan lebih terencana.
Kenaikan biaya pendidikan kini menjadi tantangan nyata bagi banyak keluarga. Mulai dari SPP dan uang pangkal, hingga kebutuhan penunjang seperti buku, seragam, serta kegiatan ekstrakurikuler, semuanya membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit.
Tanpa persiapan yang matang, pengeluaran-pengeluaran ini kerap muncul secara bersamaan dan berpotensi menekan arus kas keluarga, terutama saat memasuki awal tahun ajaran baru.
Tekanan inflasi serta penyesuaian biaya operasional sekolah turut memengaruhi besarnya biaya pendidikan. Data BPS mencatat bahwa pada April 2025, sektor pendidikan mengalami inflasi tahunan sekitar 1,88%, dan tren ini diperkirakan masih berlanjut seiring dimulainya tahun ajaran baru. Artinya, biaya pendidikan memang cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
Kenaikan ini tidak lepas dari beberapa faktor. Penyesuaian gaji dan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi salah satu pendorong utama, seiring meningkatnya biaya hidup dan tuntutan peningkatan kualitas pengajaran. Di sisi lain, biaya operasional sekolah seperti pemeliharaan fasilitas, utilitas, serta layanan pendukung juga terus naik akibat inflasi umum.
Selain itu, sekolah semakin dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi pendidikan dan pembaruan kurikulum. Investasi pada perangkat digital, platform pembelajaran, pelatihan guru, serta materi ajar yang relevan memang meningkatkan kualitas pendidikan, namun sekaligus menambah struktur biaya secara keseluruhan.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat biaya pendidikan cenderung naik secara konsisten, bahkan sering kali melampaui inflasi umum. Karena itu, perencanaan keuangan sejak dini menjadi semakin penting agar keluarga dapat menyambut tahun ajaran baru dengan lebih tenang dan terukur.
Ada beberapa komponen dari biaya sekolah yang biasanya terlewat dari penghitungan kamu, antara lain:
Uang pangkal dan SPP merupakan komponen utama biaya pendidikan yang paling terasa. Untuk sekolah swasta, uang pangkal bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung jenjang dan fasilitas sekolah.
Sementara itu, SPP yang dibayarkan rutin setiap bulan juga cenderung mengalami penyesuaian seiring meningkatnya biaya operasional sekolah. Seperti gaji tenaga pendidik dan pemeliharaan fasilitas.
Selain biaya utama, pengeluaran untuk buku pelajaran, seragam, sepatu, tas, dan alat tulis sering kali dianggap sepele, padahal jika dijumlahkan bisa cukup signifikan.
Kurikulum yang diperbarui juga membuat orang tua harus membeli buku baru, bukan menggunakan buku bekas dari kakak atau kerabat.
Kegiatan ekstrakurikuler, studi wisata, hingga les tambahan di luar sekolah menjadi bagian dari biaya pendidikan yang kerap terlewat dalam perencanaan.
Padahal, aktivitas ini berperan penting dalam pengembangan minat dan kemampuan anak. Biayanya pun bervariasi, tergantung jenis kegiatan dan frekuensinya.
Di era digital, kebutuhan teknologi menjadi semakin relevan. Banyak sekolah mewajibkan siswa memiliki laptop atau tablet untuk menunjang proses belajar.
Selain itu, biaya langganan internet juga menjadi pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari, terutama untuk pembelajaran berbasis daring dan tugas sekolah.
Tanpa perencanaan yang baik, biaya pendidikan sering kali memaksa keluarga mengorbankan dana darurat. Hal ini berisiko, karena dana darurat seharusnya digunakan untuk kondisi tak terduga seperti masalah kesehatan atau kehilangan penghasilan.
Perbedaan antara membayar biaya pendidikan sekaligus dan menggunakan cicilan terencana juga perlu dipahami. Pembayaran sekaligus dapat menguras tabungan dalam waktu singkat, sementara cicilan yang terukur bisa membantu menjaga arus kas tetap stabil.
Dengan perencanaan keuangan yang matang, keluarga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak tanpa harus mengorbankan tujuan keuangan lainnya.
Menjaga stabilitas keuangan keluarga bukan hanya soal memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan kesiapan menghadapi kebutuhan di masa depan. Tahun ajaran baru seharusnya menjadi momen yang tenang dan fokus pada perkembangan anak, bukan sumber stres finansial.
Menabung masih menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga dalam mempersiapkan biaya pendidikan. Namun, menabung membutuhkan waktu dan konsistensi. Sementara kebutuhan sekolah sering datang dalam waktu yang relatif singkat.
Di sinilah pembiayaan jangka pendek dapat menjadi opsi yang masuk akal, terutama ketika kebutuhan pendidikan bersifat mendesak. Pembiayaan dapat membantu menutup kebutuhan tanpa harus mengganggu dana darurat atau tabungan jangka panjang.
Prinsip utama dalam memilih solusi pembiayaan adalah fleksibilitas dan kesesuaian dengan kemampuan finansial. Solusi yang tepat seharusnya membantu, bukan menambah beban keuangan di kemudian hari.
DBS KTA hadir sebagai salah satu opsi pembiayaan yang dapat dipertimbangkan untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah. Produk ini bersifat fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk biaya pendidikan, tanpa harus menyediakan jaminan aset.
Dengan fleksibilitas tenor, limit, dan cicilan, DBS KTA memungkinkan nasabah menyesuaikan pembiayaan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Pendekatan ini membantu menjaga cash flow tetap sehat, sehingga kebutuhan pendidikan anak dapat terpenuhi tanpa tekanan finansial berlebih.
Sebagai bagian dari perencanaan keuangan, pembiayaan seperti DBS KTA dapat menjadi solusi pendukung ketika digunakan secara bijak dan terukur.
Meski demikian, Anda sebaiknya menggunakan pembiayaan pinjaman tanpa jaminan secara bijak. Berikut tipsnya:
Hindari mengambil pinjaman tanpa jaminan melebihi kebutuhan sebenarnya. Hitung secara detail seluruh biaya pendidikan agar pembiayaan yang digunakan tetap efisien.
Pastikan cicilan bulanan tidak mengganggu pengeluaran rutin lainnya. Idealnya, cicilan disesuaikan dengan kemampuan bayar agar keuangan tetap stabil.
Pembiayaan sebaiknya difokuskan pada kebutuhan yang memberikan nilai jangka panjang, seperti pendidikan. Dengan begitu, manfaat yang diperoleh sebanding dengan komitmen finansial yang diambil.
Pada akhirnya, kenaikan biaya pendidikan di tahun ajaran 2026/2027 memang membutuhkan persiapan yang lebih matang. Dengan perencanaan keuangan yang tepat, berbagai kebutuhan sekolah dapat dipenuhi tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial keluarga.
Mulai dari biaya masuk, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan penunjang lainnya, semuanya bisa dikelola dengan lebih terencana apabila disiapkan sejak awal.
Sebagai solusi pendukung, DBS KTA dapat dipertimbangkan karena menawarkan fleksibilitas dalam mengatur kebutuhan dana pendidikan. Dengan limit pinjaman hingga Rp300 juta serta pilihan tenor cicilan hingga 36 bulan, pembiayaan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing keluarga. Suku bunga yang kompetitif juga membantu menjaga beban cicilan tetap terukur.
Untuk membantu perencanaan yang lebih matang, kamu bisa terlebih dahulu melihat simulasi pinjaman tanpa jaminan DBS KTA agar estimasi cicilan sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.
Jika sudah siap, kamu juga dapat langsung mengajukan DBS KTA secara online melalui formulir resmi DBS KTA.
Dengan persiapan pendanaan yang dilakukan lebih awal dan solusi yang tepat, tahun ajaran baru pun dapat dijalani dengan lebih tenang, sehingga fokus utama keluarga tetap pada pendidikan anak.
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.