Advertisement
BPJS Kesehatan Perkuat JKN di DIY Lewat Sinergi dengan Pemda
BPJS Kesehatan memperkuat pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah DIY. Langkah tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, ke Kantor Gubernur DIY pada Kamis (9/3 - 2026). / ist
Advertisement
JOGJA—BPJS Kesehatan memperkuat pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah DIY. Langkah tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, ke Kantor Gubernur DIY pada Kamis (9/3/2026).
Pertemuan antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah DIY ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan JKN sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Advertisement
Menurut Prihati Pujowaskito, pemerintah daerah memiliki peran penting sebagai pemangku kepentingan utama dalam ekosistem JKN sehingga kemitraan yang kuat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Pemerintah daerah merupakan pemangku kepentingan utama dalam ekosistem JKN sehingga hubungan kemitraan harus terus diperkuat. Dengan demikian, manfaat Program JKN ini benar-benar dirasakan masyarakat secara luas,” katanya usai melakukan audiensi bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
BACA JUGA
Ia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan secara berkelanjutan menjaring aspirasi serta masukan dari berbagai pihak guna meningkatkan kualitas layanan JKN. Upaya ini dilakukan agar pelayanan kepada peserta JKN dapat berjalan lebih optimal dan merata di berbagai daerah.
“Termasuk dari pemerintah daerah dimana perannya sangat penting dalam kesinambungan Program JKN. Diskusi dan kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan peserta,” ujarnya.
Prihati juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi peserta JKN harus diberikan secara optimal tanpa adanya diskriminasi. Berbagai aspirasi yang diterima BPJS Kesehatan akan ditindaklanjuti melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Pelayanan kepada peserta harus menjadi prioritas dan tidak boleh ada perlakuan yang berbeda. Aspirasi yang kami terima akan kami tindaklanjuti bersama para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, agar Program JKN dapat terus berjalan secara optimal dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
DIY Capai Universal Health Coverage
Dalam kesempatan tersebut, Prihati juga mengapresiasi capaian Pemerintah Daerah DIY yang berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC). Saat ini tercatat sebanyak 3.722.454 jiwa penduduk DIY telah terdaftar sebagai peserta JKN atau sekitar 99,21% dari total jumlah penduduk.
Dari jumlah tersebut, tingkat keaktifan peserta mencapai 87,76%. Bahkan seluruh lima kabupaten/kota di wilayah DIY juga telah meraih predikat UHC dengan tingkat kepesertaan JKN di atas 98%.
“Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi penduduknya. Harapannya, keberhasilan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga akses layanan kesehatan bagi masyarakat terbuka lebar tanpa kendala finansial,” kata Pujo.
Dalam audiensi tersebut turut hadir sejumlah pejabat dari Pemerintah Daerah DIY dan BPJS Kesehatan, antara lain Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas Kesehatan DIY Anung Prihadi, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba, Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan Rahmad Asri Ritonga, serta Sekretaris Badan Benjamin Saut.
Akses Layanan JKN bagi Mahasiswa
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik kunjungan jajaran BPJS Kesehatan. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkuat optimalisasi penyelenggaraan JKN di DIY.
Menurut Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sri Sultan menekankan pentingnya akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk mahasiswa yang berasal dari luar daerah namun sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
“Ngarsa Dalem tadi berpesan terkait Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, tentu banyak mahasiswa luar DIY yang ada di sini. Ini menjadi bagian penting, karena mahasiswa pasti bisa sakit, jadi bagaimana mereka bisa mendapatkan fasilitas dari JKN ini,” ungkap Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Ia juga menjelaskan bahwa kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan sekaligus menjadi momentum perkenalan sebagai pejabat baru. Pemerintah Daerah DIY pun mengapresiasi dukungan BPJS Kesehatan terhadap pencapaian UHC yang telah melampaui 99%.
“Alhamdulillah cakupan kepesertaan JKN kita sudah 99%. Soal verifikasi data peserta PBI JK yang dinonaktifkan, kalau di DIY semua aman, tidak ada kendala,” paparnya.
Prinsip Portabilitas JKN
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto menyebut capaian kepesertaan JKN di DIY yang hampir sempurna dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperluas cakupan jaminan kesehatan nasional.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa dari luar DIY tetap dapat memperoleh layanan kesehatan selama kepesertaan JKN mereka aktif.
“Sesuai dengan aturan perundangan, ada asas portabilitas, yakni memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, mudah, cepat, dan setara kepada peserta di seluruh wilayah Indonesia. Tentu hal ini juga berlaku di DIY karena mahasiswa yang ada tentu berasal dari berbagai daerah,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba memastikan mahasiswa luar DIY tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang tersedia di wilayah DIY.
BPJS Kesehatan juga memiliki Program BPJS Kesehatan Goes to Campus yang akan bersinergi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk di DIY, untuk memperluas edukasi serta akses layanan kesehatan bagi mahasiswa.
“Kami mendapat data, di DIY setiap tahunnya kedatangan 300 ribu mahasiswa baru. Tentunya dengan program ini, kami dapat terus mendukung para mahasiswa untuk tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa kendala. Meskipun demikian, kami menghimbau agar mahasiswa terus menjaga kesehatan,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Jadwal Buka Puasa Jogja Kamis 12 Maret 2026, Magrib 17.57 WIB
Advertisement
Psikiater Ungkap Tanda Kecanduan Judi Online yang Perlu Diwaspadai
Advertisement
Advertisement
Advertisement



