Advertisement

RISPRO LPDP 2026 Dukung Pengembangan SIGUMI untuk Komunikasi Bencana

Media Digital
Rabu, 22 April 2026 - 07:48 WIB
Jumali
RISPRO LPDP 2026 Dukung Pengembangan SIGUMI untuk Komunikasi Bencana Istimewa

Advertisement

KARANGASEM—Pelaksanaan penelitian pendanaan Hibah RISPRO LPDP & Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Tahun 2026 kembali menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan mitigasi bencana berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor. Pada Kamis (21/4), tim peneliti melaksanakan studi bertajuk “Mitigasi Komunikasi Bencana Inklusif melalui Aplikasi SIGUMI dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Objek dengan Daya Tarik Wisata (ODTW) di Indonesia.”

Penelitian ini berfokus pada kawasan wisata berbasis gunung berapi, yakni Gunung Merapi (Yogyakarta), Gunung Agung (Bali), dan Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat), yang dikenal memiliki potensi wisata tinggi sekaligus risiko bencana yang signifikan.

Advertisement

Tim peneliti dipimpin oleh Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos., M.Si, dengan anggota Riski Apriliani, S.I.Kom., M.A; Kurniawan Teguh Martono, S.T., M.T; serta Ir. Jazaul Ikhsan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Penelitian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa, S.Sos., M.Si beserta tim, Dinas Pariwisata, serta komunitas lokal Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya).

Selain itu, pelaksanaan riset RISPRO ini sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi antara program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan BPBD dan Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas dalam merumuskan strategi mitigasi bencana yang aplikatif dan kontekstual di lapangan.

Secara lebih luas, penelitian ini merupakan kerja sama lintas perguruan tinggi yang melibatkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Diponegoro dalam mengembangkan aplikasi SIGUMI sebagai inovasi komunikasi bencana berbasis digital.

Aplikasi SIGUMI dirancang sebagai platform terpadu yang mampu menyajikan informasi kebencanaan secara cepat, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Keunggulan utama dari aplikasi ini adalah pendekatan inklusif yang diusung, dengan memastikan akses informasi juga dapat menjangkau kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Dalam implementasinya di Kabupaten Karangasem, pengembangan SIGUMI juga diintegrasikan dengan optimalisasi peta digital yang telah diinisiasi oleh BPBD setempat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi berbasis spasial, khususnya di kawasan rawan erupsi Gunung Agung yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Bali.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa inovasi berbasis digital seperti SIGUMI menjadi kebutuhan strategis dalam meningkatkan efektivitas komunikasi bencana. Hal ini sejalan dengan karakter masyarakat Bali yang telah adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Dukungan juga datang dari Dinas Pariwisata yang menilai bahwa aspek keamanan merupakan faktor krusial dalam menjaga kepercayaan wisatawan. Dengan adanya sistem komunikasi bencana yang terintegrasi, diharapkan wisatawan dapat merasa lebih aman saat mengunjungi destinasi di kawasan rawan bencana.

Melalui penelitian ini, SIGUMI diharapkan dapat menjadi model pengembangan sistem komunikasi bencana nasional yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan pariwisata. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem wisata yang tangguh terhadap risiko bencana di Indonesia.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pemkab Sleman Siapkan Rp166,5 Juta untuk LKS, Ini Skemanya

Pemkab Sleman Siapkan Rp166,5 Juta untuk LKS, Ini Skemanya

Sleman
| Rabu, 22 April 2026, 08:27 WIB

Advertisement

Jangan Asal Beli Siomay Kenali Tanda yang Mencurigakan

Jangan Asal Beli Siomay Kenali Tanda yang Mencurigakan

Lifestyle
| Selasa, 21 April 2026, 12:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement