Advertisement
Bedah Buku DPAD DIY: Saatnya Usaha Kecil Naik Kelas dengan AI
Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafii (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku yang digelar di Balai Kampung Tegal Kemuning, Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, Rabu (29/4 - 2026)
Advertisement
JOGJA-Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku berjudul Usaha Kecil Naik Kelas dengan AI. Bedah buku yang digelar di Balai Kampung Tegal Kemuning, Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Rabu (29/4) tersebut dimaksudkan untuk mendorong literasi sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk menstimulasi minat baca masyarakat.
Advertisement
Menurutnya, buku yang ringkas diharapkan mampu memicu kebiasaan membaca yang tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga melahirkan karya. “Harapannya kita membaca mampu memahami dan melahirkan karya,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Dia juga menyoroti potensi ekonomi warga di kawasan Tegalpanggung, khususnya yang berada di sekitar Stasiun Lempuyangan, yang dinilai strategis untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner. “Semoga ini dapat meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat,” ujar dia.
BACA JUGA
Pustakawan Ahli Pertama DPAD DIY, Hari Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku ini digelar sebagai bentuk adaptasi layanan literasi kepada masyarakat. Dia menyadari tidak semua warga memiliki waktu untuk berkunjung langsung ke perpustakaan. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kebiasaan membaca sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujar dia.
Sementara itu, penulis buku, Widi Astuti, memaparkan pentingnya mengenal kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Dia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek usaha, mulai dari penyusunan strategi konten, eksekusi pemasaran, hingga pengembangan bisnis.
Praktisi UMKM, Muadz Abdulrrozaq, menambahkan bahwa keterbatasan modal dan kenaikan harga bahan pokok menjadi tantangan utama pelaku usaha.
Namun, menurutnya, AI dapat menjadi solusi revolusioner untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas pasar. “AI bisa digunakan untuk efisiensi operasional, personalisasi pelanggan, hingga pengelolaan keuangan. Saat ini semua sudah menggunakan AI,” ungkapnya.
Muadz juga menyebutkan sejumlah tools berbasis AI yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM, seperti Canva, dan chatbot AI yang mampu membantu otomatisasi proses bisnis dan meningkatkan respons terhadap pelanggan.
Seorang pelaku usaha, Evi, mengaku selama ini baru memanfaatkan Google Maps untuk promosi usahanya.
Pengusaha kamar indekos itu mengaku belum memahami penggunaan AI secara optimal, tetapi merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan AI untuk mengembangkan usaha,” ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Advertisement
Korban Perempuan Kecelakaan KA Hadapi Beban Ganda Saat Pemulihan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








