Advertisement
Bedah Buku DPAD DIY: Anggota DPRD DIY Kisahkan Pengalaman Jaga Gereja
Anggota Komisi B DPRD DIY, Tri Nugroho (kedua kiri) hadir sebagai narasumber dalam bedah buku yang digelar di Balai Sentono, Tamanmartani, Rabu (29 - 4).
Advertisement
SLEMAN-Anggota Komisi B DPRD DIY, Tri Nugroho, mengungkapkan pengalaman pribadinya menjaga gereja hingga kelenteng atas perintah langsung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam kegiatan sosialisasi dan bedah buku “Gus Dur: Pembela Minoritas Etnis Keagamaan dan Pecinta Ulama Sepanjang Zaman yang digelar di Balai Sentono, Tamanmartani, Rabu (29/4/2026).
Nugroho menceritakan ketika itu ia yang mengambil peran sebagai komandan satgas diminta untuk mengamankan Gereja Kotabaru. “Jaga berhari-hari dan bahkan saya pernah diberi tempat untuk salat di dalam gereja saat bertugas,” kata Tri Nugroho Rabu (29/4/2026).
Advertisement
Nugroho menyampaikan pengalaman tersebut terjadi sejak dirinya bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 1999. Saat itu, situasi sosial masih rentan konflik antarumat beragama.
Tri mengaku sempat mempertanyakan instruksi yang juga mencakup pengamanan kelenteng. “Saya sempat bingung, merasa tidak wajar. Tetapi di situ saya merasakan langsung bagaimana pluralisme yang diajarkan Gus Dur,” katanya.
BACA JUGA
Pengalaman tersebut menjadi bukti nyata nilai toleransi dan perlindungan terhadap kelompok minoritas yang diperjuangkan Gus Dur dalam praktik, bukan sekadar wacana.
Dalam acara itu, dia juga menyinggung pentingnya literasi. Untuk itu, dia menambahkan, kegiatan bedah buku menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk isu keberagaman.
“Lewat buku kita tambah wawasan. Wawasan membuat kita kritis dan juga membuka kesempatan sukses di masa depan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan penerbit, Naufil Istikhari, menjelaskan bahwa buku yang sedang dibedah mengangkat pemikiran Gus Dur tentang pluralisme, demokrasi, serta relasi antaragama dan etnis dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa pluralisme menurut Gus Dur bukan menyamakan agama, melainkan menjamin kesetaraan hak setiap pemeluk agama untuk hidup dan beribadah.
“Semua agama punya hak yang sama dalam kehidupan sosial. Itu yang diperjuangkan Gus Dur,” kata Naufil.
Sementara itu, praktisi, Afika Rahman menambahkan, nilai-nilai Gus Dur tetap relevan di era digital saat ini yang sarat perbedaan pandangan, baik di dunia nyata maupun media sosial. “Cara berpikir plural dan egaliter sangat penting untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat,” kata Afika.
Di lain pihak, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Aset Daerah (DPAD) DIY, Zulfa Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat di tengah banjir informasi digital.
“Kami sosialisasi budaya membaca kepada masyarakat. Buku ini sudah terkurasi di tengah hoaks di era kecerdasan artifisial,” kata Zulfa.
Dia menyoroti maraknya informasi tidak kredibel yang beredar cepat melalui ponsel, termasuk hoaks di bidang kesehatan seperti klaim keliru selama pandemi Covid-19.
“Baca dan pahami informasi dulu, baru dibagikan. Buku ini kami harap menjadi pemantik minat membaca,” katanya.
Kegiatan yang digelar DPAD DIY bekerja sama dengan DPRD DIY ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya literasi masyarakat, dengan harapan peserta tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga menerapkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Advertisement
Korban Perempuan Kecelakaan KA Hadapi Beban Ganda Saat Pemulihan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







